Selasa, 5 Mei 2026

Pemprov Jabar Manfaatkan Karnaval Minangkala untuk Cek Infrastruktur dan Sempadan Jalan

Karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda yang dilakukan di berbagai daerah di Jawa Barat, menjadi momentum monitoring dan evaluasi pembangunan

Tayang:
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
EVALUASI - Foto arsip Sekda Jabar, Herman Suryatman. Karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda yang dilakukan di berbagai daerah di Jawa Barat, menjadi momentum monitoring dan evaluasi pembangunan, khususnya infrastruktur jalan provinsi. 
Ringkasan Berita:
  • Karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda yang dilakukan di berbagai daerah di Jawa Barat, menjadi momentum monitoring dan evaluasi pembangunan, khususnya infrastruktur jalan Provinsi
  • Dedi Mulyadi secara langsung meninjau kondisi jalan sepanjang rute Sumedang–Wado–Majalengka, termasuk memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban di kawasan sempadan jalan
  • Tim juga menemukan aktivitas usaha yang berpotensi merusak lingkungan 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda yang dilakukan di berbagai daerah di Jawa Barat, menjadi momentum monitoring dan evaluasi pembangunan, khususnya infrastruktur jalan provinsi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman, mengatakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara langsung meninjau kondisi jalan sepanjang rute Sumedang–Wado–Majalengka, termasuk memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban di kawasan sempadan jalan.

“Yang menjadi konsen Pak Gubernur adalah jalan provinsi, termasuk sempadannya. Banyak ditemukan pemasangan banner yang dipaku di pohon, itu langsung kami tertibkan,” ujar Herman, Selasa (5/5/2026).

Selain itu, kata Herman, tim juga menemukan aktivitas usaha yang berpotensi merusak lingkungan. Salah satunya warung pengolahan tahu yang beroperasi dekat pohon menyebabkan batang pohon menjadi rusak dan menghitam.

Baca juga: Kabar Baik, Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Bisa Lewat WhatsApp dan Aplikasi DIGI

“Ada warung tahu yang penggorengannya dekat pohon sampai pohonnya menghitam. Kalau dibiarkan bisa mati, padahal itu pohon besar seperti mahoni. Itu langsung kita tertibkan,” katanya.

Pemprov Jabar juga menyoroti adanya penebangan pohon di kawasan sempadan jalan di wilayah Situ Raja. Menurut Herman, pihaknya akan menelusuri status kepemilikan pohon tersebut untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran.

“Kalau melihat posisinya, itu berada di sempadan jalan. Kami akan telusuri apakah itu milik pribadi atau aset jalan. Tapi meskipun milik pribadi, tidak bisa sembarangan ditebang karena berisiko longsor,” ucapnya.

Herman menyebut penebangan pohon di area tebing sangat berbahaya karena dapat memicu longsor yang berdampak langsung pada badan jalan. 

Selain penertiban, Gubernur juga melakukan pengecekan terhadap proyek pembangunan tembok penahan tebing di kawasan Lemasugi. Pemeriksaan meliputi kualitas konstruksi, sistem drainase, hingga potensi risiko di sekitar lokasi proyek.

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan satu rumah yang berada tepat di tebing jalan dan berpotensi memicu longsor. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah menyiapkan langkah penanganan, termasuk pemberian santunan kepada pemilik rumah.

Baca juga: Pangandaran Diguncang Gempa Beruntun, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang Namun Waspada

“Kami akan berikan santunan, dan nanti tanah serta rumahnya akan menjadi aset Pemda melalui Dinas BMPR. Sudah dikomunikasikan dan yang bersangkutan bersedia, tinggal proses formal,” katanya.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh di sepanjang jalur, terutama pada titik-titik pembangunan tembok penguat tebing, guna memastikan kualitas pekerjaan sekaligus meminimalkan risiko bencana. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved