Sabtu, 11 April 2026

Mengenal Mi Ragit, Kuliner Khas Indramayu yang Gurih dan hanya 'Muncul' saat Ngabuburit

Tak sedikit juga warga Indramayu yang menjadikan mi ragit sebagai takjil untuk berbuka puasa meski tampak lebih tepat apabila disebut makanan berat.

Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
MI RAGIT - Seporsi mi ragit kuliner khas Indramayu yang hanya dapat dijumpai selama Ramadan, Rabu (11/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Mi ragit adalah kuliner khas Indramayu yang hanya muncul saat Ramadan, terutama dijajakan saat ngabuburit di Jalan Kapten Arya, Karangmalang–Karanganyar.
  • Hidangan ini berupa mi kuning dengan irisan telur dadar bercampur tepung, ditaburi udang rebon, lalu disiram kuah santan gurih berbumbu rempah.
  • Seporsi mi ragit dijual seharga Rp5.000, dan banyak warga rela antre untuk mendapatkannya sebagai takjil berbuka puasa.
  • Bagi masyarakat Indramayu, mi ragit bukan sekadar makanan, melainkan tradisi.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Di Kabupaten Indramayu, terdapat sajian kuliner khas yang hanya ditemukan saat Ramadan, yakni mi ragit.

Bahkan, momentum untuk berburu mi ragit juga terbatas, yaitu saat ngabuburit, dan hanya di wilayah tertentu yang terdapat banyak penjualnya.

Di antaranya, di sepanjang Jalan Kapten Arya yang termasuk wilayah Kelurahan Karangmalang dan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Di luar wilayah tersebut, mi ragit tampaknya cukup sulit ditemukan, sehingga seperti menambah keontetikan salah satu kuliner khas Indramayu itu.

Selama Ramadan, ruas Jalan Kapten Arya sendiri menjadi salah satu sentra takjil setiap sore dari mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang magrib.

Baca juga: Atasi Foodborne Disease, Pelaku Usaha Kuliner Bandung Didorong Pahami Titik Kritis Produksi Makanan

Ratusan warga dari berbagai wilayah Kabupaten Indramayu pun tampak memadati deretan lapak pedagang yang menjajakan aneka takjil di kawasan itu.

Mi ragit sendiri merupakan sajian mi kuning yang dipadukan irisan telur dadar dicampur tepung, kemudian ditaburi udang rebon, dan disiram kuah santan.

Selain itu, kuah santannya juga dibuat menggunakan campuran udang rebon dan aneka rempah, sehingga terasa gurih khas sajian seafood.

Karenanya, bagi masyarakat Indramayu mi ragit menjadi pilihan hidangan yang tepat menjadi pembuka saat berbuka puasa sebagai pengganti gorengan.

Tak sedikit juga warga Indramayu yang menjadikan mi ragit sebagai takjil untuk berbuka puasa meski tampak lebih tepat apabila disebut makanan berat.

Salah satu pedagang yang menjual mi ragit di Jalan Kapten Arya, Sumiyati (53), mengatakan, seporsi mi ragit hanya dibanderol seharga Rp 5 ribu.

Dalam sehari, warga Kelurahan Karangmalang itu biasa membuat adonan mi ragit sebanyak dua kilogram, dan cukup untuk menyajikan hingga puluhan porsi.

"Selain dijual di lapak, alhamdulillah banyak juga yang memesan untuk takjil buka puasa," ujar Sumiyati saat ditemui di Jalan Kapten Arya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Rabu (11/3/2026).

Namun, ia meminta pemesan mi ragit untuk mengambilnya langsung di lapak dagangannya ketika sore, dan bukan mengambil ke rumahnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved