Minggu, 10 Mei 2026

Berita Viral

Viral Menu MBG Tempe 'Secuil' dan Abon 'Sahuapeun' di Sukabumi, Guru: Harus Cukup 3 Hari

Tempe secuil itu disebutkan merupakan jatah menu MBG untuk 3 hari, dari hari Senin, Selasa, dan Rabu di awal bulan Maret 2026 ini.

Tayang:
Istimewa/Tangkapan Layar Video Viral
MBG SECUIL - Guru MI Cileles di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, saat membagikan menu MBG untuk 3 hari kepada siswanya, menu MBG untuk 3 hari itu berisi tempe secuil. 

Ringkasan Berita:
  • Viral di media sosial jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Cileles, Desa Cikangkung, Sukabumi, hanya berupa tempe satu potong kecil untuk 3 hari (Senin–Rabu) awal Maret 2026.
  • Menu MBG diduga dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikangkung Dua di Kampung Simpang, Desa Cikangkung.
  • Dalam video berdurasi 40 detik, terlihat guru membagikan MBG kepada siswa, menjelaskan bahwa tempe, abon, telur, dan buah jeruk harus cukup dikonsumsi selama tiga hari.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Viral di media sosial facebook jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Cikangkung, Kecamatam Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hanya diberi tempe satu potong kecil.

Tempe secuil itu disebutkan merupakan jatah menu MBG untuk 3 hari, dari hari Senin, Selasa, dan Rabu di awal bulan Maret 2026 ini.

Informasi yang diperoleh, menu MBG secuil untuk 3 hari itu diterima oleh siswa MI Cileles, Kampung Cihaur, Desa Cikangkung. Menu MBG itu diduga dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikangkung Dua di Kampung Simpang, Desa Cikangkung.

Dalam video yang beredar berdurasi sekitar 40 detik, terlihat seorang guru membagikan MBG untuk 3 hari kepada siswanya.

Baca juga: Pemasok Lokal Pangandaran Menjerit, Harga Bahan MBG Ditekan, Penyuplai Utama Diduga Permainkan HET

Dalam video itu, siswa MI Cileles terlihat berbaris untuk menerima menu MBG selama tiga hari yang dibagikan gurunya.

Guru sekolah itu juga memberikan penjelasan terkait menu MBG yang didapat untuk dikonsumsi selama 3 hari.

"Alhamdulillah MBG-nya sudah ada sudah ada, nah ini untuk 3 hari ya untuk hari Senin, Selasa dan Rabu. Untuk kelas 1 sampai kelas 3, tempenya ada satu (potong kecil), ini satu ini harus mahi (cukup), harus cukup 3 hari ya," ujar guru dalam video itu dilihat Tribunjabar.id, Selasa (3/3/2026).

Selain tempe, dalam menu MBG itu juga terdapat abon dalam kap kecil untuk siswa kelas 1 sampai kelas 3.

"Ini ada abon, abon ini harus cukup 3 hari ya, secuil-secuil teu kunanaon (tidak apa-apa) ya, sahuapen we 3 hari (satu suap aja 3 hari). Aya telor ieu, telorna aya 3 nya, sadinten hiji nya (ada telur, telurnya ada 3 ya, sehari satu)," ucap guru tersebut.

Tak hanya itu, dalam menu MBG itu juga terdapat buah jeruk hanya satu. Satu buah jeruk itu pun harus cukup selama tiga hari.

"Pami ieu jeruk na aya 1, ieu teh kanggo 3 hari, tiasa 3 pasi, 3 pasinya (ini jeruknya ada 1, ini buat 3 hari, bisa dibagi 3 potong)," kata guru tersebut.

Hingga berita ini terbit, Tribunjabar.id belum mendapatkan keterangan dari pihak SPPG yang menyalurkan MBG ke MI Cileles tersebut.

Baca juga: Gelar Sosialisasi, Cellica Ajak Masyarakat Dukung Penuh Program Strategis Nasional MBG

Puluhan SPPG Dihentikan

Langkah tegas diambil Badan Gizi Nasional dengan menghentikan sementara aktivitas 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga hari kesembilan evaluasi nasional pada Februari 2026.

Kebijakan ini muncul setelah berulang kali ditemukan menu dalam program Makan Bergizi Gratis yang tidak memenuhi standar mutu serta kelayakan untuk dikonsumsi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved