Impian Murid SDN Cibitung Sukabumi Terwujud, Disdik Kirim Meja dan Kursi
Mereka kini mendapatkan kiriman meja dan kursi untuk belajar setelah sebelumnya terpaksa belajar di lantai karena tidak ada meja dan kursi.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Impian murid kelas 1 SDN Cibitung di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya terwujud.
Mereka kini mendapatkan kiriman meja dan kursi untuk belajar setelah sebelumnya terpaksa belajar di lantai karena tidak ada meja dan kursi.
Meja dan kursi untuk belajar murid kelas 1 SDN Cibitung itu dikirim Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi pada Kamis (2/10/2025) lalu.
"Hari Kamis kemarin (sudah dikirim)," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Eka Nandang Nugraha saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Sabtu (4/10/2025).
Informasi diperoleh, Dinas Pendidikan mengirimkan 32 meja ganda dan 64 kursi untuk belajar murid SDN Cibitung.
Kepala Sekolah SDN Cibitung, Dahlan dan dewan guru menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Bupati Sukabumi, Asep Japar dan pihak Disdik karena telah memberikan bantuan meja dan kursi belajar.
"(Kami) mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Sukabumi, Asep Japar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bapak Eka Nandang Nugraha dan Kementerian, yang telah memberikan bantuan berupa mebeler dan juga telah memberikan repitalisasi kepada SD kami, terimakasih," ujar Dahlan dan dewan guru SDN Cibitung.
Diberitakan sebelumnya, murid kelas 1 SDN Cibitung terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) beralaskan lantai tanpa meja dan kursi yang layak.
Hal itu harus dilakukan karena meja dan kursi untuk belajar telah rusak. Kondisi ini menunjukkan potret pendidikan yang masih belum baik di Kabupaten Sukabumi.
Guru Kelas 1 SDN Cibitung, Dian, mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung selama tiga bulan, anak didiknya terpaksa belajar sambil telungkup di lantai karena tidak ada meja dan kursi belajar.
"Untuk tahun ini kebetulan bangku di SDN Cibitung kekurangan karena yang pertama itu sudah lapuk, udah rusak, jadi otomatis yang dari kelas atas (meja dan kursi layak, red) dibawa ke kelas atas, jadi otomatis yang kelas 1 itu kelas baru bangkunya gak kebagian. Otomatis kelas baru belajarnya di lantas," ujar Dian, Rabu (1/10/2025).
Dian pun mengkhawatirkan tumbuh kembang anak didiknya yang masih berusia dini. Ia khawatir anak didiknya mengalami penghambatan pertumbuhan tulang karena harus telungkup setiap hari saat belajar.
Kondisi itu juga mengganggu kenyamanan KBM murid kelas 1 SDN Cibitung.
"Tiap hari belajarnya sambil tengkurep kalau nulis. Itu otomatis nanti pembentukan tulang untuk anak, apalagi pembentukan tulang punggung akan berdampak karena anak itu menulisnya itu apalagi di kelas 1 harus benar-benar diposisikan supaya postur tubuhnya nanti bagus," ucap Dian.
| Breaking News: Tol Bocimi KM 72 Parungkuda Longsor, Material Tanah Tutupi Jalur Menuju Bogor-Jakarta |
|
|---|
| 6 Aturan Perpisahan Sekolah 2026 di Jawa Barat: Dilarang Pungutan sampai Konvoi Kelulusan |
|
|---|
| 6 Aturan Perpisahan Sekolah di Jawa Barat, Tak Boleh Ada Pungutan ke Siswa |
|
|---|
| Lailatul Ijtima, Bupati Ajak Perkuat Sinergitas Dalam Membangun Kabupaten Sukabumi |
|
|---|
| SPMB 2026 di Bandung Dibuka Senin, Jam Belajar Diatur Hanya Pagi dan Siang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Meja-dan-kursi-belajar-dikirim-Disdik-Kabupaten-S.jpg)