Kamis, 16 April 2026

Keracunan MBG di Bandung Barat

Keracunan MBG Menghantui, Labkesda Jabar Jelaskan Penyebab Makanan Cepat Basi

Keracunan bisa disebabkan terjadinya pertumbuhan bakteri pada makanan yang kaya nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak. 

Adi Ramadhan Pratama/Tribun Jabar
AYAM GEPREK - Saskia terkapar lemas di ranjang Posko Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis 25 September 2025 usai mengalami gejala keracunan. Tribun Jabar / Adi Ramadhan Pratama. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Jabar diduga karena makanan yang dikonsumsi sudah basi. 

Kepala Labkesda Jabar, dr. Ryan Bayusantika Ristandi mengatakan, terdapat beberapa faktor yang dapat membuat makanan cepat basi. 

Pertama, faktor mikrobiologi. Terjadi pertumbuhan bakteri pada makanan yang kaya nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak. 

"Jika suhu penyimpanan tidak sesuai (disimpan di suhu ruang lama), mikroba patogen pembusuk seperti E. coli, Salmonella, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus akan cepat berkembang," ujar Ryan, Jumat (26/9/2025). 

Berdasarkan SNI ISO 7218 terkait suhu penyimpanan sampel makanan segar, kata Ryan, penyimpanan pada suhu 0-4 maksimal 24 sebelum dilakukan pemeriksaan. Jika tidak diperiksa dalam waktu dekat minimal suhu penyimpananya di -18 derajat.

Kedua, faktor fisik. Terjadinya kontaminasi silang dari peralatan, tangan pekerja, atau air yang tidak higienis. 

Kelembaban tinggi juga mempercepat pertumbuhan mikroba. Kemasan yang tidak rapat menyebabkan masuknya udara atau debu yang membawa spora/jamur.

Sebagai upaya mengantisipasi terjadinya keracunan makanan, Ryan menyarankan agar setiap dapur MBG sudah tersertifikasi sesuai dengan standar peraturan PMK 1096 2011 tentang pelaksanaan Hygiene sanitasi Jasa Boga.

"Memastikan air yang dipakai bersih dan memenuhi syarat kesehatan, karena air bisa jadi sumber kuman kalau tidak diperhatikan," katanya. 

Untuk semua peralatan masak dan saji harus selalu dicuci dan disanitasi. 

"Jadi alat untuk bahan mentah dan makanan matang dipisahkan supaya tidak terjadi kontaminasi silang," ucapnya.

Kebersihan para pekerja dapur menjadi yang utama, mereka wajib melakukan cuci tangan sebelum mengolah makanan, menggunakan celemek, penutup kepala, dan tidak boleh bekerja apabila sedang sakit. 

"Misalnya diare atau flu berat dan untuk menyimpan makanan matang dijaga tetap panas (>60°C) atau dingin (<5>

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved