Selasa, 21 April 2026

Berita Viral

Respons Dedi Mulyadi soal Dugaan Pungli di Kebun Raya Bogor, Bakal Turunkan Dinas Pariwisata

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons ramainya video keluhan dugaan pungli di Kebun Raya Bogor yang viral belakangan ini.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Instagram @dedimulyadi71
DUGAAN PUNGLI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam unggahan di Instagram pada Sabtu (23/8/2025) merespons ramainya video keluhan dugaan pungli di Kebun Raya Bogor yang viral belakangan ini. 

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons ramainya video keluhan dugaan pungutan liar (pungli) di Kebun Raya Bogor yang viral belakangan ini.

Kebun Raya Bogor adalah kebun botani sekaligus tempat wisata yang berlokasi di Kota Bogor, Jawa Barat, dengan pengelolaan di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Video keluhan tentang dugaan pungli di Kebun Raya Bogor ini datang dari selebgram Endang Yustika dengan akun Instagram @uc.you.

Dalam video yang beredar Endang Yustika bercerita bahwa ia membawa rombongan dari kantornya untuk menggelar acara di Kebun Raya Bogor.

Endang Yustika mengaku sudah membayar tiket masuk, biaya tambahan karena membawa alat sound, hingga biaya parkir.

Namun, ia terkejut karena saat menggelar acara, salah satu sekuritinya dipanggil oleh pihak pengelola untuk diminta uang tambahan sebesar Rp15.000 per orang karena membawa makanan dari luar.

Adapun, pihak pengelola Kebun Raya Bogor mengaku bahwa ketentuan tersebut memang ada dan bukan pungli. Serta, tidak ada perizinan untuk menggelar acara tersebut.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin (11/8/2025) silam.

Kebun Raya Bogor merupakan bagian dari Istana Bogor yang menjadi istana Presiden Joko Widodo.
Suasana Kebun Raya Bogor merupakan bagian dari Istana Bogor. (KOMPAS.com / RODERICK A MOZES)

Baca juga: Dugaan Pungli Bantuan Revitalisasi Sekolah di Garut Mencuat, Disdik Garut Membantah

Menanggapi polemik tersebut, Dedi Mulyadi menyarankan agar sebaiknya area komersial yang dikelola lembaga melarang penyelenggaraan acara daripada membuat kebijakan yang dianggap pungli.

"Pertama, kalau ada sebuah kegiatan pada sebuah area pengelolaan yang dikelola lembaga yang komersial, kalau itu memang tidak ada pemberitahuan ya lebih baik dihentikan saja," ungkap Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram pribadinya, Jumat (23/8/2025).

"Kemudian, dilarang menyelenggarakan. Dibanding menerapkan kebijakan yang dipahami sebagai pungli," tambah dia.

Sebagai langkah penyelesaian polemik, Dedi Mulyadi pun berencana menggelar pertemuan dengan pengelola Kebun Raya Bogor beserta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

"Agar peristiwa ini clear dan tidak menimbulkan problematika dalam pengelolaan pariwisata di Jabar, hari Selasa, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat akan mengundang manajemen Kebun Raya untuk menjelaskan peristiwa tersebut," tutur Dedi Mulyadi.

"Sehingga, berbagai kesalahpahaman tidak terulang lagi," sambungnya.

Mantan Bupati Purwakarta itu juga berterima kasih atas keluhan yang publik sampaikan terhadap pengelolaan tempat wisata di Jawa Barat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved