Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Viral

Respons Dedi Mulyadi soal Dugaan Pungli di Kebun Raya Bogor, Bakal Turunkan Dinas Pariwisata

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons ramainya video keluhan dugaan pungli di Kebun Raya Bogor yang viral belakangan ini.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Instagram @dedimulyadi71
DUGAAN PUNGLI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam unggahan di Instagram pada Sabtu (23/8/2025) merespons ramainya video keluhan dugaan pungli di Kebun Raya Bogor yang viral belakangan ini. 

"Saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada siapapun yang berkunjung di Jawa Barat apabila ada peristiwa-peristiwa yang tidak mengenakkan," kata dia.

"Saya sebagai Gubernur Jawa Barat akan senantiasa melakukan kontrol dan evaluasi berbagai kegiatan di Jawa barat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi siapapun yang berkunjung," bebernya.

Dedi Mulyadi pun menantikan penjelasan dari pengelola Kebun Raya Bogor agar permasalahan tersebut menemukan kejelasan.

"Jajaran manajemen Kebun Raya, nanti kita sama-sama memberikan penjelasan agar semua apa yang kita lakukan memiliki dasar dan tidak meninggalkan syak wasangka atau fitnah," ucap Dedi Mulyadi.

Penjelasan Kebun Raya Bogor

Sebelumnya, General Manager PT Mitra Natura Raya (MNR) Zaenal Arifin membantah adanya pungli seperti keluhan warganet di media sosial.

"Saya tegaskan tidak ada pungli di Kebun Raya Bogor," kata Zaenal Arifin, Selasa (19/8/2025), dikutip dari TribunnewsBogor.

VIRAL PUNGLI - GM PT MNR saat memberikan klarifikasi soal adanya viral pungli di KRB, Selasa (19/8/2025). Beredar video viral di media sosial instagram terkait adanya pungutan liar (pungli) di Kebun Raya Bogor (KRB). 
VIRAL PUNGLI - GM PT MNR saat memberikan klarifikasi soal adanya viral pungli di KRB, Selasa (19/8/2025). Beredar video viral di media sosial instagram terkait adanya pungutan liar (pungli) di Kebun Raya Bogor (KRB).  (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

Baca juga: Bupati Garut akan Telusuri Dugaan Pungli di Disdik yang Minta Setoran Dana Revitalisasi Sekolah

Zaenal menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika ada komunitas yang hendak mengadakan acara pada Senin (11/8/2025).

Kendati demikian, kata Zaenal, komunitas tersebut tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pengelola Kebun Raya Bogor.

Kemudian, pihak keamanan pun menanyakan kepada komunitas tersebut terkait kegiatan yang tengah berlangsung karena tidak memiliki izin.

"Kami memiliki aturan yang jelas. Jika ada grup atau komunitas yang ingin mengadakan acara, mereka wajib melakukan konfirmasi minimal tiga hari sebelumnya," ujar Zaenal.

Menurut Zaenal, hal tersebut penting dilakukan agar pengelola bisa memberikan informasi lengkap, aturan yang berlaku, dan menunjukkan lokasi yang memang diperbolehkan untuk acara.

"Karena tidak semua area Kebun Raya bisa digunakan," ucapnya.

Lebih lanjut, Zaenal menuturkan bahwa pihaknya telah menyampaikan hal itu kepada pembuat video. Namun, pihaknya tidak mendapatkan balasan.

"Pagi tadi kami baru mendapat informasi soal viralnya video tersebut, dan sejak itu kami langsung merespons dengan memberikan penjelasan kepada pihak yang bersangkutan," ujarnya.

(Tribunjabar.id/Rheina) (Tribunnewsbogor.com/Rahmat Hidayat)

Baca artikel menarik Tribunjabar.id lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved