Selasa, 21 April 2026

Respons Sekda Jabar Soal Survei Litbang Kompas: Cadu Mundur, Pantang Mulang

Masyarakat memberikan nilai 8,5 untuk kinerja Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan wakilnya Erwan Setiawan meski masih ada bidang yang kurang.

Dokpim Jabar
SURVEI LITBANG KOMPAS - Foto ilustrasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam Upacara Peringatan HUT RI ke-80 Tahun 2025 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Minggu, 17 Agustus 2025. Masyarakat memberikan nilai 8,5 untuk kinerja Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan wakilnya Erwan Setiawan. Hal itu diketahui berdasarkan survei yang dirilis Litbang Kompas, pada Selasa 19 Agustus 2025.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masyarakat memberikan nilai 8,5 untuk kinerja Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan wakilnya Erwan Setiawan. 

Hal itu diketahui berdasarkan survei yang dirilis Litbang Kompas, pada Selasa 19 Agustus 2025. 

Responden dalam survei tersebut pun, kata dia, memberikan nilai 97,2 persen pada tingkat kepuasan kepempimpinan Dedi Mulyadi serta 98,9 persen terhadap citra positif Gubernur Dedi baik dan 99 persen warga Jabar menilai Dedi peduli, merakyat dan responsif.

Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, pun memberikan respons terhadap hasil survei tersebut. Herman menyatakan cadu mundur pantang mulang. 

Cadu mundur pantang mulang, merupakan sebuah frasa dalam bahasa Sunda yang memiliki makna kiasan.

Secara harfiah, cadu mundur berarti enggan mundur atau tidak mau mundur.

Pantang mulang berarti tidak pernah kembali atau tidak akan pulang. 

Secara keseluruhan, frasa ini menggambarkan sikap pantang menyerah, tidak mundur dari perjuangan dan bertekad untuk terus maju tanpa ragu, bahkan jika harus meninggalkan kampung halaman. Frasa ini seringkali dikaitkan dengan semangat kepahlawanan dan keberanian.

Baca juga: Forum Sekolah Swasta Tolak Permintaan Disdik Jabar untuk Cabut Gugatan, Singgung Dugaan Intimidasi

Cadu mundur pantrang mulang menjadi simbol semangat juang yang tak kenal lelah dan siap menghadapi segala tantangan demi mencapai tujuan. 

Melalui akun media sosialnya, Herman juga memberikan komentar di kolom postingan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

"Gaskeun teras kangge kemajuan tur kehormatan Jawa Barat," ujar Herman, Selasa (19/8/2025).

Berdasarkan survei yang dilakukan dengan skala penilaian 1-10, rata-rata nilai kinerja Pemprov Jabar berada di angka 8,51, dengan standar deviasi 1,634, menunjukkan persepsi publik yang umumnya positif. 

Distribusi nilai menunjukkan bahwa 35,7 persen responden memberikan nilai tertinggi, yaitu 10, sementara 25,3 persen menilai 8 dan 19,2 persen menilai 9. 

Penilaian menengah juga terlihat, dengan 11 persen responden memberi nilai 7, dan nilai 5 dan 6 masing-masing 3,3 persen dan 3,4 persen. Sementara itu, nilai rendah (1 hingga 4) diberikan oleh sebagian kecil responden, kurang dari 2 persen secara total. 

Peneliti Litbang Kompas Rangga Eka Sakti mengatakan, program pembangunan ruang kelas baru (RKB) di sekolah-sekolah tercatat sebagai salah satu program dengan kepuasan publik tertinggi. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved