BPS Catat Kinerja Jabar Lampaui Nasional, Dedi Mulyadi: Hasil Kerja Kolektif
Menurut Dedi Mulyadi, sejumlah indikator ekonomi masih membutuhkan penguatan, terutama dalam aspek investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan capaian positif indikator makro 2025 adalah hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.
- Data BPS: inflasi Jabar 2025 hanya 0,99 persen (lebih rendah dari nasional 1,35 % ), pertumbuhan ekonomi naik 0,37 % lebih tinggi dari rata-rata nasional.
- Tingkat Pengangguran Terbuka turun 0,10 % , angka kemiskinan turun 0,30 % , ketimpangan pendapatan turun 0,03 poin.
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut capaian positif berbagai indikator makro Jawa Barat sepanjang 2025, bukan hasil kerja individu, tapi hasil kerja seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat di berbagai tingkatan.
Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi saat ditanya soal rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kinerja sejumlah indikator pembangunan Jawa Barat mencatatkan hasil positif, dibandingkan rata-rata nasional maupun sejumlah provinsi besar di Pulau Jawa.
Menurut Dedi Mulyadi, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari tingkat RT dan RW hingga pemerintah daerah yang bekerja menjalankan program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Saya Argentina, Dedi Mulyadi Dukung Jagoannya di Piala Dunia 2026, Sudah Ngefans Sejak Kecil
"Itu kan bukan kinerja saya. Itu kinerja dari mulai tingkat RT RW, kepala desa, camat, bupati dan seluruh jajaran. Bahwa apa yang dilakukan selama ini sudah selaras dengan apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan publik," ujar Dedi, Selasa (2/6/2026).
Dedi menilai, capaian tersebut belum sepenuhnya menggembirakan. Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus bekerja untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Menurut dia, sejumlah indikator ekonomi masih membutuhkan penguatan, terutama dalam aspek investasi dan penciptaan lapangan kerja.
"Masalah investasi saya kan sudah bilang sabar dulu. Nanti akan mulai bekerja. Jumat kita meresmikan pabrik sepatu, beberapa bulan lagi akan meresmikan beberapa pabrik karena saat saya rintis mereka bisa bangun, bisa produksi, mereka bisa kerja," katanya.
Pada triwulan I 2026, BPS mencatat inflasi Jawa Barat sepanjang 2025 berada di angka 0,99 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,35 persen.
Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat juga meningkat sebesar 0,37 persen. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan selisih pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama.
Pada sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat turun 0,10 persen. Penurunan tersebut tercatat lebih baik dibandingkan capaian nasional maupun sejumlah provinsi di Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.
Indikator kemiskinan juga menunjukkan perbaikan. Sepanjang 2025, angka kemiskinan di Jawa Barat turun sebesar 0,30 persen. Penurunan itu lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan DKI Jakarta.
Selain itu, tingkat ketimpangan pendapatan di Jawa Barat turun 0,03 poin pada 2025. Capaian tersebut melampaui penurunan ketimpangan secara nasional.
Baca juga: Dedi Mulyadi Pastikan Perbaikan Jembatan Sasak Geulis Dayeuhkolot Bandung Rampung Tahun Ini
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat meningkat 0,98 poin sepanjang 2025. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan Jawa Barat mencatatkan perbaikan pada sejumlah indikator utama pembangunan, mulai dari pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran, pengurangan kemiskinan, penurunan ketimpangan pendapatan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi
Badan Pusat Statistik
Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat
angka kemiskinan
| Tumpukan Sampah di TPS Pasar Baleendah Bandung Ternyata Sempat Tak Diangkut Sejak Awal Mei |
|
|---|
| KDM Tekankan Sinergitas dan Harmonisasi Saat Sambut Kajati Baru |
|
|---|
| Lelang Proyek Infrastruktur Pemprov Jabar Sempat Sepi Peminat Akibat Rupiah Melemah |
|
|---|
| Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikawung Indramayu Dikebut, Target Selesai Agustus 2026 |
|
|---|
| ''Saya Argentina,'' Dedi Mulyadi Dukung Jagoannya di Piala Dunia 2026, Sudah Ngefans Sejak Kecil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-saat.jpg)