Tradisi Ngapungkeun Balon Hari Lebaran di Garut, Bukan Sekadar Warisan Turun-Temurun
Suasana Lebaran di Garut tak hanya diwarnai silaturahmi, tetapi juga kemeriahan tradisi menerbangkan balon raksasa.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Kemal Setia Permana
Bahkan, kata dia, pernah suatu tahun warga tidak menerbangkan balon lantaran tidak tersedianya biaya.
Baca juga: Sehari Bisa Raup Cuan Hingga Rp100 Ribu, Alasan Penyapu Koin di Pantura Subang Tetap Beraksi
Hal itu kemudian menuai keluhan dari masyarakat, sehingga akhirnya tradisi tersebut kembali dihidupkan melalui swadaya masyarakat.
"Jadi ini sudah melekat di masyarakat sudah jadi tradisi yang setiap tahun konsisten dilakukan," kata Atep.
Pantauan Tribun di lokasi, warga tampak berbondong-bondong memadati lapangan dan sejumlah area terbuka sejak pagi hari untuk menyaksikan balon-balon berwarna-warni yang perlahan mengudara.
Suasana semakin semarak dengan antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang turut menantikan momen balon terbang ke langit.
Di sisi lain, persiapan penerbangan balon dilakukan secara gotong royong. Warga mulai menyiapkan tungku api yang menjadi sumber panas utama, dengan menambalnya menggunakan tanah dan kaleng agar lebih kokoh dan mampu menahan panas.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan aliran udara panas dapat masuk secara maksimal ke dalam balon, sehingga balon dapat mengembang sempurna sebelum akhirnya dilepaskan ke udara.
Raden Syakira Salwa (18) mengaku cukup senang setiap tahun bisa menyaksikan langsung tradisi tersebut.
Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga.
"Senang bisa kumpul bareng di lapangan sama warga lain, apalagi momen Lebaran. Jadi bukan cuma nonton balon, tapi sekalian silaturahmi juga," katanya. (*)
| PLN dan Kopdes Merah Putih Garut Permudah Akses Listrik Subsidi bagi Warga |
|
|---|
| Tradisi Gentong Haji di Cirebon: Sedekah Air Sejuk Demi Kelancaran Ibadah Keluarga di Tanah Suci |
|
|---|
| Pelayanan Paspor di Sumedang Kini Dibuka Dua Kali Sepekan |
|
|---|
| Srikandi PLN dan YBM PLN UP3 Garut Salurkan Bantuan untuk Guru Ngaji dan Janda Jompo |
|
|---|
| Pemprov Jabar Klaim Kirab Mahkota Binokasih Tak Dibiayai APBD, Herman: Partisipasi dari Banyak Pihak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tradisi-Ngapungkeun-Balon-atau-menerbangkan-balon-di-Kampung-Panawuan-Garut.jpg)