Driver Ojol 'Geruduk' Kantor Polsek Cibatu Garut, Buntut Kasus Ojol Dianiaya Opang di Stasiun
Seratusan pengemudi ojek online datangi Polsek Cibatu menyusul adanya dugaan seorang driver mengalami penganiayaan oleh opang
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Seratusan pengemudi ojek online datangi kantor polisi sektor (Polsek) Cibatu menyusul adanya dugaan seorang driver mengalami penganiayaan oleh ojek pangkalan (opang).
- Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di kawasan Stasiun Cibatu, Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2025) siang.
- Dalam waktu dekat pihak kepolisian akan segera memfasilitasi pertemuan antara pengemudi ojek pangkalan dan pengemudi ojek online.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Seratusan pengemudi ojek online datangi kantor polisi sektor (Polsek) Cibatu menyusul adanya dugaan seorang driver mengalami penganiayaan oleh ojek pangkalan (opang).
Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di kawasan Stasiun Cibatu, Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2025) siang.
Ketua Yayasan Drivel Ojol Garut, Maki, mengatakan, dalam peristiwa tersebut, terjadi kesalahpahaman antara pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) di kawasan Stasiun Cibatu.
"Jadi ada seorang rekan kita melakukan penarikan ke Cibatu. Dari Cibatu itu aplikasinya lupa dimatikan, kemudian masuk orderan," ujarnya kepada awak media di Polsek Cibatu, Sabtu petang.
Baca juga: Update Kasus Pelecehan Driver Online Cirebon: Korban Sudah Visum, Polisi Buru Oknum Driver Ojol
Ia menuturkan, pengemudi ojol tersebut sempat berniat memberitahukan kepada konsumennya agar membatalkan pesanan.
Namun sebelum hal itu disampaikan, konsumen sudah terlanjur naik ke sepeda motor milik korban.
Situasi kemudian memanas ketika korban diinterogasi oleh sejumlah pengemudi ojek pangkalan di lokasi, hingga berujung pada kesalahpahaman yang berakhir penganiayaan.
Maki menjelaskan akibat insiden itu, korban diketahui mengalami pengeroyokan hingga mengakibatkan luka-luka.
"Alhamdulillah sekarang sudah dibawa ke rumah sakit, sudah divisum, dan kami juga sudah membuat laporan ke Polres," ungkapnya.
Ia menyayangkan atas terjadinya peristiwa tersebut dan berharap ke depan terjalin sinergi antara pengemudi ojek online dan ojek pangkalan.
Menurutnya, baik ojol maupun opang sama-sama mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Jika pun dari opang ingin seperti ojol, silahkan kita bantu asalkan SIM ada surat-surat kumplit dan tahunnya juga baru agar bisa dipakai narik," katanya.
Tanggapan Polisi
Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif membenarkan bahwa pihaknya telah menerima kedatangan komunitas pengemudi ojek online terkait insiden dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Stasiun Cibatu.
Ia memastikan laporan atas peristiwa tersebut telah diterima dan ditangani oleh pihak kepolisian.
Baca juga: Pasutri Siri di Jatinangor Begal Ojol dengan Modus Tuduhan Narkoba, Todongkan Pistol Korek
| Pria di Sukabumi Mendadak Diserang saat Bertemu Kenalan, Alami Luka Bacok di Punggung |
|
|---|
| Viking Tasik Bareng KPAID Minta Polisi Segera Ungkap Pelaku Penganiayaan Bobotoh |
|
|---|
| Polemik Guru Potong Rambut Siswi di SMKN 2 Garut, Pemkab Pilih Opsi "Wait and See" Terkait Hukum |
|
|---|
| Kakek di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Selama 14 Tahun, Polisi: Korban Diancam dan Diberi Uang Jajan |
|
|---|
| Rute Kirab Mahkota Binokasih 2026 di Garut Malam Ini, Mulai di Makorem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ratusan-pengemudi-ojol-datangi-kantor-Polsek-Cibatu-Sabtu-2412026.jpg)