Selasa, 19 Mei 2026

Rupiah Tembus Rp17.650, Ekonom Unpas Soroti Sektor Belanja Negara yang Boros

Pengamat ekonomi mengatakan nilai rupiah tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan kurs

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Canva
ILUSTRASI RUPIAH - Nilai tukar rupiah menembus level Rp17.650 per dollar AS pada Senin (18/5/2026).  

Produk seperti tahu dan tempe ikut terdampak karena bahan baku kedelai masih diimpor.

Tak hanya komoditas impor, barang yang secara teori tidak terkait langsung dengan impor juga mengalami kenaikan harga. Salah satunya minyak goreng.

“Minyak goreng juga naik, padahal kita negara produsen. Tapi faktanya harga naik karena harga jual luar negerinya meningkat,” kata dia.

Di pasar keuangan, kata dia, pelemahan rupiah turut memperburuk sentimen investor. 

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di angka 5,6 persen, Acu menilai investor asing tetap memilih keluar dari pasar domestik.

“Kita sudah lihat investor asing keluar, baik dari bursa maupun surat utang,” ujar dia.

Menurut dia, arus keluar modal menunjukkan sentimen investor global terhadap Indonesia sedang tidak baik.

“Kalau menurut saya, sentimen investor global sedang tidak baik. Buktinya mereka kabur,” kata Acu. 

Ia menilai kondisi tersebut dipicu menurunnya tingkat kepercayaan terhadap pengelolaan ekonomi nasional.

Salah satu indikator yang memperkuat kekhawatiran pasar adalah keluarnya belasan perusahaan dari indeks .

“Kemarin MSCI mengeluarkan belasan perusahaan dari indeksnya. Itu juga harus dipahami sebagai sinyal pasar,” ujarnya.

Pelemahan rupiah, lanjut dia, juga meningkatkan beban utang pemerintah dan swasta yang berbasis dollar AS.

“Utang dalam dollar otomatis meningkat ketika rupiah melemah. Begitu juga utang swasta,” kata dia.

Acu menilai untuk meredam tekanan, pemerintah perlu segera menjalankan program stabilisasi ekonomi yang dibarengi komunikasi publik yang baik agar mampu mengembalikan kepercayaan pasar.

Ia menegaskan, prioritas utama yang harus dilakukan pemerintah adalah memastikan belanja negara lebih efisien dan efektif.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved