Rupiah Tembus Rp17.650, Ekonom Unpas Soroti Sektor Belanja Negara yang Boros
Pengamat ekonomi mengatakan nilai rupiah tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan kurs
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Produk seperti tahu dan tempe ikut terdampak karena bahan baku kedelai masih diimpor.
Tak hanya komoditas impor, barang yang secara teori tidak terkait langsung dengan impor juga mengalami kenaikan harga. Salah satunya minyak goreng.
“Minyak goreng juga naik, padahal kita negara produsen. Tapi faktanya harga naik karena harga jual luar negerinya meningkat,” kata dia.
Di pasar keuangan, kata dia, pelemahan rupiah turut memperburuk sentimen investor.
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di angka 5,6 persen, Acu menilai investor asing tetap memilih keluar dari pasar domestik.
“Kita sudah lihat investor asing keluar, baik dari bursa maupun surat utang,” ujar dia.
Menurut dia, arus keluar modal menunjukkan sentimen investor global terhadap Indonesia sedang tidak baik.
“Kalau menurut saya, sentimen investor global sedang tidak baik. Buktinya mereka kabur,” kata Acu.
Ia menilai kondisi tersebut dipicu menurunnya tingkat kepercayaan terhadap pengelolaan ekonomi nasional.
Salah satu indikator yang memperkuat kekhawatiran pasar adalah keluarnya belasan perusahaan dari indeks .
“Kemarin MSCI mengeluarkan belasan perusahaan dari indeksnya. Itu juga harus dipahami sebagai sinyal pasar,” ujarnya.
Pelemahan rupiah, lanjut dia, juga meningkatkan beban utang pemerintah dan swasta yang berbasis dollar AS.
“Utang dalam dollar otomatis meningkat ketika rupiah melemah. Begitu juga utang swasta,” kata dia.
Acu menilai untuk meredam tekanan, pemerintah perlu segera menjalankan program stabilisasi ekonomi yang dibarengi komunikasi publik yang baik agar mampu mengembalikan kepercayaan pasar.
Ia menegaskan, prioritas utama yang harus dilakukan pemerintah adalah memastikan belanja negara lebih efisien dan efektif.
| Pelemahan Rupiah Terasa sampai ke Desa di Cirebon, Petani Pusing Harga Obat Hama Naik 50 Persen |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.500 dan Diklaim Tak Berdampak ke Desa, Pengamat Beri Warning Keras: Ada Apa? |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, Farhan Sebut Biaya BBM untuk Angkut Sampah Tambah Berat |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.483, Kadin Kabupaten Bandung Minta Penguatan Produk Lokal untuk Jaga UMKM |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp 17.525 per Dolar AS Tak hanya karena Faktor Global, Pengamat: Ada Faktor Domestik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ILUSTRASI-UANG-BSU-2025-RUPIAH.jpg)