Senin, 18 Mei 2026

Pertumbuhan Omzet Positif, ModalSaham Perkuat Mesin Pembiayaan ke Rp100 Miliar

Fast Track Financing Batch II-2026 kemudian dibuka dengan target lebih besar, yaitu hingga USD 6 Juta  atau Rp100 Miliar untuk 10 perusahaan terpilih.

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok modalSaham
REZA ALKHAWARISMI - CEO PT Modal Saham Asia Investama, perusahaan private equity yang beroperasi dengan nama  ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi. Reza saat ini menjabat sebagai Ketua Kompartemen Keuangan, Perbankan, dan  Perencanaan Pembangunan BPD HIPMI Jawa Barat periode 2025-2028. 

Program ini dapat digunakan untuk modal kerja atau  pembelian aset, termasuk kantor, gudang, pabrik, kendaraan operasional, mobil, bus, truk, alat berat,  peralatan, dan mesin fabrikasi.

Bagi perusahaan yang lolos seleksi, pembiayaan dapat diajukan tanpa  jaminan dengan dasar penilaian pada transaksi bisnis, kebutuhan pembiayaan, dan prospek pertumbuhan  yang realistis. 

Hingga akhir April 2026, ModalSaham telah menyalurkan pembiayaan Rp20 Miliar kepada 3 perusahaan  dalam Batch II. Artinya, masih tersedia plafon pembiayaan Rp80 Miliar untuk 7 perusahaan berikutnya.  

Pendaftaran dibuka sampai 31 Juli 2026 dan penyaluran pembiayaan berlangsung dari Maret sampai  Oktober 2026. Rentang waktu ini memberi ruang bagi pemilik usaha untuk menata kebutuhan  pembiayaan, memeriksa kesiapan dokumen, dan memastikan rencana ekspansi benar-benar layak  dijalankan. 

ModalSaham sendiri memiliki sejarah yang tumbuh bersama kebutuhan UKM dan startup.

Perusahaan ini  terbentuk sejak Februari 2019 dan awalnya diperkenalkan sebagai platform equity crowdfunding yang  mempertemukan pengusaha dengan investor ritel maupun institusi. Pada masa itu, publik mengenal  ModalSaham melalui konsep kepemilikan saham pada mitra usaha. 

Arah tersebut berkembang menjadi private equity yang lebih dekat dengan kebutuhan ekspansi  perusahaan.

ModalSaham tidak hanya memfasilitasi pembiayaan, tetapi juga membantu perusahaan  membaca struktur bisnis, kebutuhan legal, laporan keuangan, strategi pertumbuhan, dan potensi menuju  pasar modal.

Perkembangan itu berjalan bertahap. Pada fase awal private equity, ModalSaham memulai  pembiayaan dengan dukungan agunan atau jaminan agar transaksi memiliki dasar pengamanan yang  jelas. Pola tersebut tetap penting untuk perusahaan yang memiliki aset memadai.

Namun di lapangan,  banyak perusahaan B2B yang transaksinya kuat justru belum memiliki jaminan yang sebanding dengan  kebutuhan ekspansinya.

Kondisi ini mendorong ModalSaham mengembangkan produk pembiayaan tanpa  jaminan, dengan penilaian yang bertumpu pada kelayakan usaha, kualitas kontrak, rekam pembayaran,  arus kas, dan tujuan penggunaan dana.

Dari proses itulah Fast Track Financing menjadi jembatan bagi  perusahaan yang ingin tumbuh lebih cepat tanpa kehilangan disiplin penggunaan dana. 

Di balik pendekatan itu, Reza membawa fondasi pendidikan Manajemen Bisnis dari salah satu universitas  negeri ternama, Universitas Padjadjaran, pengalaman di ekosistem keuangan, dan kedekatan dengan  pasar modal.

Ia dikenal aktif di Financial Market Community FEB Universitas Padjadjaran, memiliki  sertifikasi CSA, serta WPEE.

Certified Securities Analyst atau CSA memperkuat kemampuan membaca  efek, valuasi, kinerja industri, kinerja keuangan, dan kualitas laporan riset.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved