Harga Emas Hari Ini Jumat 10 April 2026 Kompak Turun, Antam Kembali ke Rp2,9 Juta
Harga emas hari ini, Jumat (10/4/2026), dari produk Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian terpantau kembali mengalami penurunan.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Kondisi ini dinilai sebagai momentum yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mulai mencicil investasi emas.
Dosen sekaligus Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan koreksi harga saat ini merupakan hal wajar setelah lonjakan signifikan sebelumnya.
Rizaldy menyarankan masyarakat untuk tidak menunggu harga benar-benar turun dalam, melainkan mulai mencicil pembelian emas secara bertahap.
“Bagi masyarakat, kondisi saat ini justru dapat dimanfaatkan untuk mulai mengakumulasi emas secara bertahap. Strategi cicil atau dollar cost averaging lebih disarankan dibandingkan membeli dalam jumlah besar sekaligus, agar risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan,” ujar praktisi keuangan ini, Senin (30/3/2026).
Ia menyebut, emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun masyarakat perlu memiliki perspektif jangka panjang dalam berinvestasi.
“Emas tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun investor sebaiknya tidak hanya berorientasi pada kenaikan harga jangka pendek, melainkan pada tujuan keuangan jangka panjang,” pungkasnya.
Menurutnya, fluktuasi harga emas saat ini mencerminkan pola “koreksi sehat” di pasar, dengan aksi ambil untung (profit taking) menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju harga, meski secara fundamental emas masih ditopang kondisi global yang tidak menentu.
“Pergerakan harga emas saat ini menunjukkan pola koreksi sehat setelah sebelumnya mengalami rally yang cukup tinggi hingga menembus Rp3 juta per gram. Koreksi ke kisaran Rp2,8 juta mencerminkan adanya profit taking di pasar, namun secara fundamental, emas masih didukung oleh ketidakpastian global dan permintaan sebagai aset safe haven,” jelasnya.
Baca juga: Wujudkan Indonesia Emas 2045, Achmad Ruyat Gencar Sosialisasikan Program MBG di Kabupaten Bogor
Rizaldy menambahkan, peluang harga emas kembali menguat tetap terbuka.
Bahkan, kata dia, bukan tidak mungkin kembali menguji level Rp3 juta per gram jika tekanan geopolitik dan ekonomi global berlanjut.
“Di sisi lain, jika tensi geopolitik dan tekanan ekonomi global berlanjut, emas berpotensi kembali menguat dan menguji level Rp3 juta per gram. Namun investor tetap perlu memperhatikan faktor suku bunga dan pergerakan dolar,” katanya.
Dalam jangka pendek, ia tidak menutup kemungkinan harga emas menyentuh Rp2,5 juta per gram, terutama jika terjadi penguatan dolar AS atau kebijakan suku bunga yang lebih ketat.
“Namun, selama kondisi geopolitik dan ekonomi global masih tidak stabil, tren jangka menengah emas cenderung tetap menguat dan berpotensi kembali menembus Rp3 juta per gram,” tambahnya.
Pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi global.
(Tribunjabar.id/Rheina/Nappisah)
Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Google News.
| Pembongkaran PKL Cicadas Memanas! Pedagang Hadang Alat Berat, Klaim Kantongi Izin DPRD Tahun 2002 |
|
|---|
| Penyuluh Hukum Utama BPHN Djoko: Tak Perlu Menjatuhkan Orang Lain agar Terlihat Lebih Baik |
|
|---|
| Selain Kosambi, Pedagang Daging Sapi di Tiga Pasar Kota Bandung juga Mogok Berjualan |
|
|---|
| Jamin Regulasi Bersih, Kemenkum Jabar Kawal Raperda Anti Konflik Kepentingan DPRD Kota Sukabumi! |
|
|---|
| Bahas Aset Tirta Medal hingga Cadangan Pangan, Kemenkum Jabar Kawal Raperda Sumedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Emas-dari-Galeri-24.jpg)