Senin, 27 April 2026

Harga Emas Hari Ini Jumat 3 April 2026: Antam Merangkak Naik, Galeri 24 dan UBS Kembali Turun

Pada Jumat (3/4/2026) pagi, harga emas hari ini mengalami fluktuasi. Berbeda dengan emas Galeri 24 dan UBS yang turun harga, emas Antam merangkak naik

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Tribun Jabar/Hilda Rubiah
HARGA EMAS: Foto etalse menampilkan varian emas yang dijual di Galeri 24 Jl. Banda No.30, Merdeka, Kota Bandung. - Pada Jumat (3/4/2026) pagi, harga emas hari ini mengalami fluktuasi. Berbeda dengan emas Galeri 24 dan UBS yang turun harga, emas Antam merangkak naik. 

Harga emas UBS

0,5 gram: Rp1.577.000
1 gram: Rp2.917.000
2 gram: Rp5.789.000
5 gram: Rp14.304.000
10 gram: Rp28.459.000
25 gram: Rp71.005.000
50 gram: Rp141.720.000
100 gram: Rp283.328.000
250 gram: Rp708.109.000
500 gram: Rp1.414.556.000

Baca juga: Konflik Geopolitik Diprediksi Picu Kenaikan Harga Emas, Jadi Target Investor Pindahkan Dana

Cicil Emas Jadi Strategi di Tengah Fluktuasi Harga

Pergerakan harga emas yang sempat menyentuh Rp3 juta per gram kini memasuki fase koreksi. 

Harga emas global pada akhir Maret 2026 menunjukkan tren pemulihan teknikal ke level US$4.526 per ons troi setelah sempat tertekan oleh lonjakan harga energi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Di pasar domestik Indonesia, harga emas Antam berada di kisaran Rp2.937.000 per gram. 

Kondisi ini dinilai sebagai momentum yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mulai mencicil investasi emas.

Dosen sekaligus Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan koreksi harga saat ini merupakan hal wajar setelah lonjakan signifikan sebelumnya.

Rizaldy menyarankan masyarakat untuk tidak menunggu harga benar-benar turun dalam, melainkan mulai mencicil pembelian emas secara bertahap.

“Bagi masyarakat, kondisi saat ini justru dapat dimanfaatkan untuk mulai mengakumulasi emas secara bertahap. Strategi cicil atau dollar cost averaging lebih disarankan dibandingkan membeli dalam jumlah besar sekaligus, agar risiko fluktuasi harga dapat diminimalkan,” ujar praktisi keuangan ini, Senin (30/3/2026). 

Ia menyebut, emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun masyarakat perlu memiliki perspektif jangka panjang dalam berinvestasi.

“Emas tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai, namun investor sebaiknya tidak hanya berorientasi pada kenaikan harga jangka pendek, melainkan pada tujuan keuangan jangka panjang,” pungkasnya.

Menurutnya, fluktuasi harga emas saat ini mencerminkan pola “koreksi sehat” di pasar, dengan aksi ambil untung (profit taking) menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju harga, meski secara fundamental emas masih ditopang kondisi global yang tidak menentu.

“Pergerakan harga emas saat ini menunjukkan pola koreksi sehat setelah sebelumnya mengalami rally yang cukup tinggi hingga menembus Rp3 juta per gram. Koreksi ke kisaran Rp2,8 juta mencerminkan adanya profit taking di pasar, namun secara fundamental, emas masih didukung oleh ketidakpastian global dan permintaan sebagai aset safe haven,” jelasnya.

Rizaldy menambahkan, peluang harga emas kembali menguat tetap terbuka. 

Bahkan, kata dia, bukan tidak mungkin kembali menguji level Rp3 juta per gram jika tekanan geopolitik dan ekonomi global berlanjut.

“Di sisi lain, jika tensi geopolitik dan tekanan ekonomi global berlanjut, emas berpotensi kembali menguat dan menguji level Rp3 juta per gram. Namun investor tetap perlu memperhatikan faktor suku bunga dan pergerakan dolar,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved