Sabtu, 13 Juni 2026

Harga Emas Hari Ini Sabtu 14 Februari 2026 Galeri 24 dan UBS Terjun Bebas, Bagaimana Emas Antam?

Harga emas hari ini Sabtu 14 Februari 2026 masih mengalami fluktuasi, harga emas Galeri 24 hingga UBS terjun bebas. Lalu bagaimana dengan emas Antam?

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Tribun Jabar/Daniel
HARGA EMAS: Seorang petugas menampilkan emas logam mulia Galeri 24 5 gram dan 10 gram di Toko Galeri 24 di Jalan Banda No.30, Merdeka, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. - Harga emas hari ini Sabtu 14 Februari 2026 masih mengalami fluktuasi, harga emas Antam, Galeri 24 hingga UBS terjun bebas. 

TRIBUNJABAR.ID - Berikut inilah daftar harga emas hari ini Sabtu 14 Februari 2026, dari Antam, Galeri 24 hingga UBS.

Dilansir dari laman resmi Pegadaian dan Galeri 24 pada Sabtu (14/2/2026) pagi, harga emas mengalami fluktuasi.

Fluktuasi harga merupakan perubahan harga yang naik atau turun secara tidak tetap (naik-turun) dalam jangka waktu tertentu.

Sebelumnya harga emas tiga merek Antam, Galeri 24 dan UBS sempat kompak mengalami kenaikan harga hingga tembus Rp 3 juta per gram.

Baca juga: Daftar Harga Mobil Terbaru Februari 2026 Mulai Rp100 hingga Rp200 Jutaan

Kemudian pada awal Februari 2026, harga emas kembali jeblok turun harga tapi perlahan merangkak naik kembali.

Kini, harga emas hari ini kembali turun cukup signifikan.

Untuk diketahui naik atau turunnya harga emas dipengaruhi fluktuasi harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta dinamika permintaan pasar domestik atau tinggi-rendahnya peminat.

Kenaikan dan penurunan harga emas ini perlahan kenaikan harganya pasti dalam jangka panjang konsisten.

Per hari ini harga emas Galeri 24 turun hingga Rp 54 ribu dari harga Rp Rp2.992.000.

Begitu juga dengan harga emas UBS turun Rp47 ribu dari harga Rp Rp3.008.000.

Lalu, bagaimana dengan harga emas Antam hari ini ?

Berikut simak selengkapnya daftar harga emas hari ini Sabtu 14 Februari 2026 dilansir dari laman resmi Pegadaian dan Galeri 24.

Harga emas Galeri 24

0,5 gram: Rp1.541.000
1 gram: Rp2.938.000
2 gram: Rp5.805.000
5 gram: Rp14.406.000
10 gram: Rp28.734.000
25 gram: Rp71.449.000
50 gram: Rp142.784.000
100 gram: Rp285.428.000
250 gram: Rp711.816.000
500 gram: Rp1.423.631.000
1.000 gram: Rp2.847.262.000

Harga emas Antam

0.5 gram Rp1.653.000
1 gram Rp3.195.000
2 gram Rp6.323.000
3 gram Rp9.457.000
5 gram Rp15.725.000
10 gram Rp31.389.000
25 gram Rp78.334.000
50 gram Rp156.580.000
100 gram Rp313.074.000
250 gram Rp782.392.000
500 gram Rp1.564.552.000
1000 gram Rp3.129.060.000

Harga emas UBS

0,5 gram: Rp1.601.000
1 gram: Rp2.961.000
2 gram: Rp5.876.000
5 gram: Rp14.521.000
10 gram: Rp28.888.000
25 gram: Rp72.078.000
50 gram: Rp143.860.000
100 gram: Rp287.607.000
250 gram: Rp718.806.000
500 gram: Rp1.435.926.000

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi di Bandung Capai Rp160 Ribu per Kilogram, Beras Masih Stabil

Harga Emas Naik Cerminan Ketidakpastian Global Bukan Tanda Pasti Resesi

Beberapa waktu lalu, harga emas kompak tembus Rp 3 juta.

Satu di antara fakto kenaikan harga emas yang tembus Rp3 juta per gram dinilai dipengaruhi oleh kombinasi tekanan global dan domestik. 

Hal ini diungkapkan Pengamat Ekonomi dan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Kota Bandung.

Pengamat Ekonomi bernama Aknolt Kristian Pakpahan ini menilai lonjakan harga emas tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik dunia yang kian memanas.

Dia menuturkan, konflik berkepanjangan seperti Ukraina–Rusia, Israel–Palestina, ketegangan Amerika Serikat–Iran, hingga rivalitas AS–Tiongkok telah meningkatkan tingkat ketidakpastian global atau global uncertainty index. 

Aknolt menilai, dalam kondisi tersebut, emas kembali berfungsi sebagai safe haven asset yang diburu investor, sehingga mendorong kenaikan harga.

“Di sisi lain, ketidakpastian fiskal Amerika Serikat membuat sebagian investor mengurangi minat terhadap saham-saham AS dan beralih ke emas,” ujar Aknolt, kepada Tribunjabar.id, Kamis (29/1/2026). 

Dikatakannya, faktor domestik juga ikut berperan, terutama depresiasi nilai tukar rupiah yang mendorong masyarakat mencari instrumen investasi yang lebih aman.

Namun demikian, Aknolt menegaskan kenaikan harga emas tidak serta-merta menjadi tanda pasti akan terjadinya resesi.

“Tidak selalu, tetapi sering kali menjadi sinyal awal,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga emas biasanya muncul dalam situasi perlambatan pertumbuhan ekonomi, kekhawatiran terhadap inflasi, serta ketidakefektifan kebijakan moneter dalam mengendalikan tekanan harga. 

Karena itu, emas lebih tepat dibaca sebagai indikator meningkatnya risiko dan ketidakpastian ekonomi, bukan kepastian akan terjadinya resesi.

“Kesimpulannya, harga emas yang naik tidak berarti resesi pasti terjadi, tetapi bisa menjadi salah satu indikator potensi resesi ekonomi,” jelasnya.

Aknolt juga menyinggung keterkaitan harga emas dengan kondisi fiskal Amerika Serikat. 

Ia menilai emas kini menjadi cermin ketidakpercayaan pasar terhadap utang AS.

Terkait strategi investasi, Aknolt menekankan tidak ada jawaban tunggal antara menjual atau menyimpan emas.

Ia mengingatkan emas pada dasarnya merupakan instrumen investasi jangka panjang. 

Karena itu, keputusan membeli atau menyimpan emas seharusnya didasarkan pada tujuan investasi dan perlindungan aset, bukan karena dorongan FOMO (fear of missing out).

“Dalam situasi saat ini, di tengah pelemahan rupiah dan meningkatnya ketegangan geopolitik global, emas masih relevan dijadikan salah satu aset yang relatif terjamin karena nilainya cenderung stabil bahkan meningkat,” jelasnya.

(Tribunjabar.id/Hilda Rubiah/Nappisah)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved