Kenapa IHSG Naik Turun? Begini Cara Sederhana Memahami Pasar Saham
Pergerakan IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh angka-angka ekonomi, tetapi oleh emosi manusia dan Investor tidak membuat keputusan berdasarkan data
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setiap kali menyalakan televisi atau membuka portal berita keuangan, kita sering mendengar kalimat seperti “Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini naik seratus poin” atau “IHSG ditutup melemah di level 7.950”. Bagi kebanyakan orang, kalimat itu terdengar rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari.
Namun sesungguhnya, naik-turunnya IHSG adalah salah satu gambaran sederhana dari denyut nadi ekonomi dan psikologi manusia yang bergerak di dalamnya.
Ketua Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat, Achmad Dirgantara dalam keterangan resminya menjelaskan, IHSG merupakan cermin yang merefleksikan pergerakan seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jika pasar saham diibaratkan sebagai pasar tradisional, maka IHSG adalah harga rata-rata dari seluruh dagangan di pasar itu.
Ketika pembeli ramai dan banyak yang ingin memiliki barang, harga-harga akan naik. Sebaliknya, ketika penjual lebih banyak daripada pembeli, harga turun. Prinsip yang sama berlaku dalam dunia saham.
Ketika banyak investor optimis dan berlomba membeli saham, IHSG akan bergerak naik. Namun ketika sentimen negatif muncul dan para investor memilih menjual, IHSG pun akan terkoreksi.
Baca juga: Imbas Demo, IHSG Anjlok 2,27 persen ke Level 7.771
Pergerakan IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh angka-angka ekonomi, tetapi juga oleh emosi manusia. Investor tidak selalu membuat keputusan berdasarkan data murni.
Mereka juga digerakkan oleh rasa takut dan harapan.
Ketika muncul berita positif, seperti pertumbuhan ekonomi yang kuat, suku bunga yang stabil, atau peningkatan laba perusahaan besar, rasa percaya diri para pelaku pasar meningkat. Mereka membeli saham dengan keyakinan bahwa masa depan ekonomi akan cerah, dan IHSG pun menanjak.
Sebaliknya, ketika terdengar kabar dengan sentimen negatif, seperti inflasi yang melonjak, gejolak politik, konflik global, atau resesi di negara besar, rasa cemas merayap masuk.
Para investor menjadi waspada, bahkan panik, dan memilih menjual saham untuk menyelamatkan dana mereka. Akibatnya, IHSG tertekan dan melemah.
Perlu diingat bahwa fluktuasi pasar saham adalah hal yang sangat wajar.
Sama seperti kehidupan, pasar saham tidak bergerak lurus. Ada masa-masa penuh semangat, dan ada pula masa suram yang menantang.
Dalam dunia investasi, fase naik dan turun disebut volatilitas, dan justru itulah yang menciptakan peluang.
Ketika harga turun, investor berpengalaman melihat kesempatan untuk membeli saham bagus dengan harga diskon.
| IHSG Menguat di Sesi I, Sentimen Global dan Tekanan Rupiah Masih Membayangi |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.002, IHSG Ikut Loto, Pengamat: Pasar Butuh Bukti Nyata Pemerintah |
|
|---|
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
| bank bjb Dukung Pertumbuhan Pedagang Lewat Program bjb Sambang Pasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pergerakan-perdagangan-saham-di-bei_20160826_092122.jpg)