Operasional Bus Membengkak Akibat Rupiah Lemah, Organda Ciamis Sebut Kenaikan Tarif Bisa Terjadi
Pelemahan nilai tukar rupiah meningkatkan biaya operasional industri transportasi darat secara signifikan
Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Kemal Setia Permana
Tribun Jabar/Ai Sani Nuraini
KENAIKAN TARIF - Tiga bus Gapuraning Rahayu Ciamis terparkir di area pool, Ketua Organda Kabupaten Ciamis, Ekky Bratakusumah, mengatakan dampak pelemahan rupiah memang belum diikuti dengan usulan kenaikan tarif angkutan di Ciamis.
Sementara angkutan ilegal dapat beroperasi tanpa beban yang sama.
"Perusahaan transportasi yang legal justru kalah bersaing dengan perusahaan yang ilegal. Karena itu transportasi ilegal harus ditertibkan dan aturan yang ada yaitu UU No.22 tahun 2009 harus ditegakkan," tegasnya.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi pelaku usaha transportasi yang saat ini menghadapi tekanan biaya akibat pelemahan rupiah sekaligus persaingan yang tidak seimbang dengan angkutan ilegal.(*)
Baca Juga
| Rupiah Tembus Rp18 Ribu Bikin Harga Onderdil Melonjak, Tarif Bus di Terminal Cicaheum Masih Normal |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Berpotensi Dorong Kenaikan Tarif Bus di Bandung hingga 10 Persen |
|
|---|
| Rupiah Terus Melemah Pukul Perekonomian Masyarakat di Pangandaran, Warga: Belanja Jadi Lebih Berat |
|
|---|
| Kisah Thopan Lolos ke Sekolah Maung Berkat Prestasi Petanque, Bangga Diterima di SMAN 1 Ciamis |
|
|---|
| Nilai Tukar Rupiah Melemah, Harga Oli dan Suku Cadang di Bandung Terus Merangkak Naik |
|
|---|
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tiga-bus-Gapuraning-Rahayu-Ciamis-terparkir-di-area-pool.jpg)