Bank Sampah Jalatrang Ciamis Ubah Sampah Jadi Rupiah
Deru mesin pencacah terdengar dari bangunan Bank Sampah Jalatrang Berseka di Dusun Babakan, Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Ferri Amiril Mukminin
“Setelah dicacah, kemudian dicampur dengan pasir, semen, kalsium, dan cacahan sampah residunya itu sendiri,” jelas Hari.
Campuran tersebut lalu dimasukkan ke cetakan roster dengan empat motif berbeda yang sudah dikembangkan oleh pengelola.
Dalam sehari, Bank Sampah Jalatrang Berseka mampu memproduksi sekitar 50 hingga 100 roster.
Namun proses pembuatannya tidak bisa instan. Setelah dicetak, roster harus disimpan selama 12 hari tanpa dijemur di bawah panas matahari.
“Tidak boleh dipanaskan, cukup diangin-anginkan saja sambil disemprot air secara berkala,” katanya.
Setelah melalui proses pengeringan, roster siap dipasarkan ke sejumlah toko material di sekitar Desa Jalatrang dengan harga Rp10-15 ribu per buah.
Tak hanya dijual ke toko bangunan, roster hasil olahan sampah residu tersebut juga dipasarkan langsung ke proyek pembangunan di lingkungan desa.
Hari mengatakan, roster memiliki fungsi berbeda dengan batako. Produk tersebut digunakan sebagai ventilasi atau angin-angin bangunan.
Namun di balik fungsinya, roster buatan Bank Sampah Jalatrang Berseka memiliki nilai lebih karena dapat membantu mengurangi volume sampah residu yang sulit diolah.
“Kalau sampah residu ini kan bingung mau dikemanakan, dibakar tidak boleh, dibuang juga jadi beban. Nah, di sini bisa dimanfaatkan untuk pembuatan roster,” ujarnya.
Selain membantu penanggulangan sampah, keberadaan bank sampah juga mulai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Saat ini, total sekitar 30 warga terlibat dalam operasional bank sampah, mulai dari petugas penyetoran di tingkat RT hingga pekerja pemilahan dan produksi roster.
“Harapannya dengan adanya mesin pencacah dan produksi roster ini bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.
Di tangan warga Desa Jalatrang, sampah yang selama ini dianggap masalah perlahan berubah menjadi sumber penghasilan sekaligus solusi menjaga lingkungan tetap bersih.(*)
| Kreativitas Warga Ciamis: Olah Sampah Residu Jadi Roster Cantik Seharga Rp15 Ribu Per Buah |
|
|---|
| Cara PVJ Bandung Kelola Sampah Mandiri Sejak 2014: Integrasi 350 Tenant, Produksi Pupuk Organik |
|
|---|
| Pembangunan Nasional Tak Bisa Dipisahkan dari Desa Sebagai Fondasi Sosial dan Ekonomi Indonesia |
|
|---|
| Viral Video Dugaan Premanisme di Ciamis, Ternyata Keribatan Dua Sopir di Tasikmalaya |
|
|---|
| PLN Tasikmalaya Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat melalui Program Ekonomi Syariah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/banksampahciamismismismis.jpg)