Senin, 18 Mei 2026

Driver Ojol Ciamis Berharap Bonus Hari Raya Cair H-7 Lebaran, Minta Nominal Setara UMR

Para driver ojek online (ojol) di Ciamis menaruh harapan besar terhadap pencairan Bonus Hari Raya (BHR) dari aplikator tahun ini.

Tayang:
Tribun Jabar
DRIVER OJOL - Foto ilustrasi pengendara ojek online (ojol). Para driver ojek online (ojol) di Kabupaten Ciamis menaruh harapan besar terhadap pencairan Bonus Hari Raya (BHR) dari aplikator tahun ini. 

Ringkasan Berita:
  • Para driver ojek online (ojol) di Kabupaten Ciamis menaruh harapan besar terhadap pencairan Bonus Hari Raya (BHR) dari aplikator tahun ini
  • Salah satunya disampaikan Tedi Setiadi, driver ojol asal Ciamis
  • Tedi berharap pencairan BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Lebaran, seperti pola tahun sebelumnya
  • Soal waktu, Tedi juga berharap nominal BHR tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu
  • Bahkan, ia secara terbuka menyampaikan harapannya agar besarannya bisa setara satu kali UMR Ciamis 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Para driver ojek online (ojol) di Kabupaten Ciamis menaruh harapan besar terhadap pencairan Bonus Hari Raya (BHR) dari aplikator tahun ini.

Salah satunya disampaikan Tedi Setiadi, driver ojol asal Ciamis.

Tedi berharap pencairan BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Lebaran, seperti pola tahun sebelumnya.

“Kalau untuk waktunya mungkin sewajarnya H-7, seperti tahun kemarin,” ujar Tedi saat ditemui di Ciamis, Rabu (4/3/2026).

Tak hanya soal waktu, Tedi juga berharap nominal BHR tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. 

Bahkan, ia secara terbuka menyampaikan harapannya agar besarannya bisa setara satu kali Upah Minimum Regional (UMR) Ciamis.

Baca juga: Termasuk Pemain Persib, Ini Daftar 6 Pemain yang Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Series

“Harapan saya untuk nominal satu kali UMR Ciamis. Alhamdulillah cukup untuk kebutuhan Lebaran,” katanya.

Selain nominal, Tedi juga menyoroti persoalan pemerataan. Ia meminta agar tidak terjadi lagi kasus salah sasaran seperti yang disebutnya sempat terjadi tahun lalu.

“Jangan sampai driver yang sudah tidak aktif masih menerima, sedangkan yang aktif justru tidak menerima. Tahun kemarin ada yang seperti itu,” ungkapnya.

Menurutnya, transparansi dan validasi data driver aktif harus menjadi perhatian utama pihak aplikator seperti Grab dan Gojek.

Terkait teknis pembagian, Tedi menjelaskan bahwa tahun lalu pencairan dilakukan melalui e-wallet masing-masing aplikasi, sehingga relatif mudah dan praktis.

Namun untuk besaran nominal, ia memahami bahwa perhitungannya didasarkan pada akumulasi kinerja.

“Kalau besar kecilnya itu tergantung akumulasi orderan. Harapannya dirata-ratakan satu tahun, jangan hanya melihat saat bulan puasa saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada bulan Ramadan biasanya orderan justru cenderung sepi, sehingga jika hanya dihitung dari performa bulan tersebut, banyak driver yang levelnya turun dan berdampak pada kecilnya BHR yang diterima.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved