Keracunan MBG di Ciamis
Terungkap Penyebab Keracunan MBG di Ciamis, Ada Bakteri E. coli pada Dua Menu Ini
Bakteri Escherichia coli (E. coli) ditemukan pada sampel makanan menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan di Pamarican dan Kawali, Ciamis.
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Bakteri Escherichia coli (E. coli) ditemukan pada sampel makanan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan di Pamarican dan Kawali, Ciamis, Jawa Barat.
Keberadaan E. coli diketahui berdasarkan hasil uji laboratorium sementara yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis.
Temuan ini disampaikan Sanitarian Ahli Muda Dinkes Ciamis, Ii Sumarni, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, Rizali.
“Berdasarkan hasil uji laboratorium sementara, diketahui bahwa kasus di Pamarican disebabkan oleh menu daging ayam, sedangkan di Kawali berasal dari keju kemasan. Keduanya positif mengandung E. coli,” ungkap Ii, Sabtu (17/10/2025).
Menurutnya, bakteri E. coli biasanya berasal dari kontaminasi sanitasi yang buruk, seperti air yang tercemar, tangan penjamah makanan yang tidak bersih, atau peralatan masak yang kurang higienis.
“E. coli umumnya berasal dari tinja manusia. Kontaminasinya bisa terjadi di berbagai titik proses pengolahan makanan,” ucap dia.
Baca juga: Tegas, Gubernur Jabar Minta Bupati Tutup Dapur SPPG yang Sebabkan Belasan Pelajar Keracunan
Hasil laboratorium tersebut sekaligus menjadi peringatan serius terhadap standar higienitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyedia makanan Program MBG.
Ii menegaskan, setiap dapur pengolah makanan wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk menjamin keamanan pangan.
“Dapur SPPG berisiko tinggi karena memproduksi ratusan porsi setiap hari. Idealnya, semua sudah memiliki SLHS sebagai bukti kelayakan sanitasi,” ujarnya.
Hingga kini, dari 88 dapur SPPG yang beroperasi di Ciamis, belum satu pun yang memiliki SLHS. Hanya ada 64 SPPG yang mengikuti pelatihan sebagai syarat awal penerbitan sertifikat.
Tahapan untuk memperoleh SLHS mencakup pelatihan keamanan pangan, inspeksi kesehatan lingkungan, uji laboratorium bahan makanan, hingga pemeriksaan kesehatan penjamah makanan (rectal swab).
Kementerian Kesehatan pun telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang percepatan penerbitan SLHS bagi SPPG.
Dalam kebijakan terbaru, sertifikat dapat diterbitkan secara manual tanpa melalui sistem OSS (Online Single Submission) untuk mempercepat proses.
"Namun, implementasinya berbeda di tiap daerah, ada yang masih lewat OSS dan ada yang manual,” tambah Ii.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharam, menyebutkan, program MBG telah menjangkau lebih dari 120 ribu siswa dari total 161 ribu anak di bawah naungan Disdik.
Baca juga: Rekrutmen SPPG di Ciamis Kini Harus Lapor Disnaker, Kawal Ketat Penerimaan Tenaga Gizi dan Koki
“Kami sudah menginstruksikan guru agar memeriksa kondisi makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Bila ada menu yang berbau atau tampak tidak layak, segera dilaporkan ke pihak SPPG untuk ditarik,” ucap dia.
Dengan hasil laboratorium yang sudah mengonfirmasi adanya kontaminasi E. coli, Dinas Kesehatan berkomitmen melanjutkan pemeriksaan lanjutan dan memperketat pengawasan di seluruh dapur penyedia makanan MBG.
Temuan ini diharapkan menjadi evaluasi menyeluruh agar distribusi makanan bergizi bagi siswa benar-benar aman, higienis, dan tidak menimbulkan risiko kesehatan di kemudian hari. (*)
| Keracunan Menu MBG di Kawali Ciamis Diduga Akibat Puding, Dapur SPPG Awiluar Beri Penjelasan |
|
|---|
| Bupati Ciamis Prihatin Kasus Keracunan Menu MBG Sudah Terjadi Dua Kali, Tegaskan soal Ini |
|
|---|
| Lagi-lagi MBG! 10 Siswa SD di Kawali Ciamis Dilarikan ke Puskesmas, Dinkes Amankan Sampel Makanan |
|
|---|
| Curhatan Murid SD Korban Keracunan MBG di Ciamis: Pudingnya Bau, Kacang Ijonya Aneh |
|
|---|
| Fakta Mengejutkan dari Ciamis: Semua SPPG Belum Punya Sertifikat Laik Higiene dan PBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Siswa-SMPN-4-Pamarican-cIAMIS-saat-mendapat-perawatan-medis-karena-keracunan-menu-MBG.jpg)