Selasa, 19 Mei 2026

Ikuti Imbauan Demi Keselamatan, Disdik Ciamis Terapkan Belajar dari Rumah Bagi Sekolah

Disdik Ciamis mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar di jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di menjadi daring atau belajar dari rumah.

Tayang:
Tribunjabar.id/Gani Kurniawan
KEBIJAKAN BELAJAR DARING - Foto arsip spanduk kekecewaan yang dipasang di pagar Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, pada Jumat (29/8/2025). Masih masifnya gerakan aksi turun ke jalan, membuat Pemerintah Kabupaten Ciamis, melalu Dinas Pendidikan, mengambil langkah antisipatif dengan menerapkan kebijakan belajar daring di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Ciamis. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Masih masifnya gerakan aksi turun ke jalan, membuat Pemerintah Kabupaten Ciamis, melalu Dinas Pendidikan, mengambil langkah antisipatif.

Disdik Ciamis sementara mengalihkan kegiatan belajar mengajar di jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP khususu yang ada di kawasan Kecamatan Ciamis menjadi pembelajaran daring, Senin (1/9/2025).

Kebijakan tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya eskalasi situasi sosial politik di sejumlah daerah, termasuk Ciamis sehingga langkah ini dipandang perlu untuk menghindari potensi risiko terhadap keselamatan siswa.

Kepala Disdik Ciamis, Erwan Darmawan, menyebut bahwa pembelajaran tetap berlangsung namun dilakukan dari rumah masing-masing.

“Ini bukan libur, siswa tetap belajar secara daring. Kepala sekolah dan guru diminta memastikan murid-muridnya mengikuti pembelajaran dengan baik dan tetap berada di rumah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Baca juga: Selama PJJ Saat Demo, Pelajar dari 32 Sekolah di Bandung Diawasi Ketat Agar Tak Ikut Aksi

Menurut Erwan, kebijakan ini hanya berlaku untuk sekolah di wilayah Kecamatan Ciamis.

Sekolah di kecamatan lain tetap menjalankan pembelajaran tatap muka seperti biasa.

Menurut Erwan, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan berbagai pihak sebagai langkah antisipasi terburuk, jika terjadi hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan membuat siswa sulit pulang.

“Kami ingin melindungi anak-anak, termasuk kondisi psikologis mereka. Untuk hari Selasa besok (2/9/2025), keputusan akan diambil berdasarkan perkembangan hari ini. Jika situasi kondusif, sekolah kembali dilakukan tatap muka," ujarn Erwan.

Dinas Pendidikan juga menginstruksikan para pengawas SD dan SMP melakukan pemantauan untuk memastikan proses pembelajaran daring berjalan dengan baik serta melaporkan hasilnya.

“Kami imbau seluruh tenaga pendidik, kependidikan, dan murid menjaga kondusivitas serta tidak mudah terprovokasi. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama,” kata Erwan.(*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved