Selasa, 26 Mei 2026

Pakar ITB Ingatkan Potensi Perlambatan Pasar Kendaraan Listrik di 2026

Pakar Otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menyebut 2026 sebagai fase normalisasi yang keras bagi industri kendaraan listrik

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
istimewa
ILUSTRASI MOBIL LISTRIK - Pakar Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menyebut 2026 sebagai fase normalisasi yang keras bagi industri kendaraan listrik nasional. 

“Secara garis besar iya, penetrasi EV di Jawa Barat memang tumbuh. Tetapi pertumbuhannya tidak merata dan cenderung lebih kuat sebagai limpahan dari kawasan Jabodetabek, bukan pertumbuhan Jawa Barat secara menyeluruh,” ujar Yannes.

Dia menuturkan, wilayah penyangga DKI seperti Bekasi, Depok, dan Bogor menjadi kantong pertumbuhan paling nyata. 

Pola mobilitas harian warga yang terhubung erat dengan Jakarta membuat EV lebih relevan secara utilitas.

“Penguatan paling terlihat di wilayah penyangga DKI karena pola mobilitas harian warga di area tersebut banyak terkait Jakarta, baru kemudian diikuti Bandung. Sehingga EV terasa lebih relevan secara utilitas,” tuturnya.

Selain itu, faktor kebijakan seperti insentif ganjil-genap di kawasan metropolitan turut menjadi daya tarik tambahan.

Sebaliknya, di luar kawasan Bodetabek, pertumbuhan EV masih menghadapi dua tantangan utama biaya kepemilikan dan keterbatasan infrastruktur pengisian daya.

“Di luar Bodetabek, faktor yang paling menentukan tetap biaya kepemilikan dan keterbatasan infrastruktur charging. Itu yang membuat EV di Jawa Barat tumbuh selektif dan terkonsentrasi di kantong-kantong yang paling terhubung dengan ekosistem metropolitan,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved