Biastore Terus Optimalkan Bisnis Kelontong dan Layanan Digital Berkat Dukungan Indosat
Toko Biastore menjadi tempat yang nyaris tak pernah sepi di antara deretan ruko di depan RSUD Welas Asih, Baleendah, Kabupaten Bandung.
Penulis: Nappisah | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Toko Biastore menjadi tempat yang nyaris tak pernah sepi di antara deretan ruko di depan Rumah Sakit Umum Daerah Welas Asih, Baleendah, Kabupaten Bandung
Pemiliknya, Anggia Wulan Amelia, memulai usaha itu delapan tahun lalu dari sebuah warung sederhana yang hanya menyediakan kebutuhan dasar bagi warga sekitar dan keluarga pasien di RSUD Welas Asih.
Rak-rak di bagian depan dipenuhi barang kebutuhan harian seperti air mineral, popok, tisu, perlengkapan mandi, hingga makanan kemasan yang memang paling sering dicari pengunjung rumah sakit.
Letaknya yang berada di jalur keluar-masuk pasien membuat warung ini menjadi tempat singgah yang akrab bagi mereka yang membutuhkan barang cepat tanpa harus berjalan jauh ke minimarket besar.
Seiring kebutuhan konsumen bertambah, Anggia menambahkan layanan konter pulsa dan paket data dari berbagai provider, termasuk Indosat yang menjadi produk paling laris di tokonya.
Konter itu menempati sisi kanan warung, dengan etalase kaca berisi perdana, voucher data, hingga kartu SIM.
Baca juga: Pelaku Usaha Matcha Baby Jajaki Kolaborasi Indosat untuk Pemberdayaan UMKM
“Awalnya permintaan dari lingkungan sekitar. Banyak kebutuhan dokter dan pasien yang harus cepat dipenuhi. Lama-lama makin banyak yang minta, akhirnya saya buka konter sekalian dari berbagai provider termasuk Indosat,” tutur Anggia, saat ditemui Tribunjabar.id, Rabu (3/12/2025).
Menurut Anggia, produk Indosat menjadi andalan di tokonya. Selain karena sinyalnya stabil, Biastore juga memakai layanan internet Indosat untuk operasional harian.
“Indosat itu best seller di toko kami. Transaksi pakai Wi-Fi-nya juga lancar, peminatnya makin banyak,” katanya.
Bagi Anggia, kesempatan menjadi binaan Indosat membuka cara pandang baru terhadap pengelolaan usaha.
“Dari awal enggak tahu apa-apa. Setelah masuk jadi binaan, ternyata banyak ide yang memotivasi. Usaha jadi lebih optimal. Walaupun baru satu setengah tahun bergabung, ada peningkatan sedikit demi sedikit,” katanya.
Namun perjalanan delapan tahun Biastore bukan tanpa kendala. Anggia mengaku pernah mengalami kerugian hingga 40 persen.
Ia belajar dari pengalaman, termasuk saat tertipu harga sales karena enggan belanja langsung ke grosir.
“Dulu gengsi ke pasar, akhirnya ketipu. Dari satu item saja bisa rugi seribu. Dari situ saya belajar, jangan malu cari sumber barang yang paling tepat,” ucapnya.
Baca juga: Pembangunan BIUTR Dinilai Tidak Tepat, Ada Kaitannya dengan Lingkungan dan Lanskap Kota Bandung
| Pelemahan Rupiah, Ida Wiradinata: Rakyat Desa Memang Tak Pakai Dolar, Tapi Harga Sembako Naik |
|
|---|
| Jeng Ratu Sulap Jamu Jadi Minuman Kekinian, Digemari Anak Muda di Karawang hingga Tembus Singapura |
|
|---|
| Akselerasi UMKM, PNM Gelar Pemberdayaan Kapasitas Usaha Akbar 2026 di KBB |
|
|---|
| Bantu UMKM Perempuan Naik Kelas, Program SERABI 2026 Bagikan Strategi Anti-Boncos |
|
|---|
| Industri Kecil Menengah di Kabupaten Cirebon Berkembang Pesat, Kini Jadi Penopang Ribuan Pekerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-Toko-Biastore-di-Kabupaten-Bandung.jpg)