UMKM Binaan BI, Bechips Lepas Ekspor Mandiri ke Jepang, Nilainya Capai 14.851 USD
Camilan lokal asal Jawa Barat, Bechips melepas ekspor mandiri ke Jepang
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Camilan lokal asal Jawa Barat, Bechips, yang merupakan UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, melepas ekspor mandiri ke Jepang bekerja sama dengan buyer Sariraya Ltd.
Bechips mengirimkan sebanyak 770 karton produk camilan berbasis hasil pertanian dan perikanan lokal dengan nilai ekspor mencapai USD 14.851.
Produk-produk tersebut meliputi aneka keripik, mulai dari pisang, talas, tempe chips, hingga olahan khas Jawa Barat seperti camilan berbasis ikan dan bahkan batagor yang dikemas sebagai snack instan.
Baca juga: Kemenkum Jabar Dampingi Ujian Substantif Mangga Gincu Sumedang yang Sudah Ekspor ke Rusia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur mengatakan langkah ekspor mandiri Bechips menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu bersaing di kancah internasional jika didukung dengan peningkatan kapasitas dan inovasi.
“Ekspor ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal di kancah global. Bank Indonesia mendorong UMKM naik kelas, mulai dari subsisten, potensial, sukses, go digital, hingga akhirnya bisa menembus pasar ekspor. Keberhasilan Bechips diharapkan menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Jawa Barat untuk memperkuat aspek 5K (Kualitas, Kuantitas, Kapasitas, Kontinuitas, Kemasan) dan 2S (Standarisasi dan Sertifikasi),” ujar Muhamad Nur, di Msquare Apartement Business Area, Cibaduyut, Kota Bandung, Rabu (24/9/2025).
Muhammad Nur mengatakan keberhasilan Bechips semakin relevan di tengah pertumbuhan ekspor Jawa Barat yang pada Triwulan II 2025 mencatat kenaikan positif 0,63 persen (yoy), setelah sebelumnya sempat terkontraksi 0,25 % (yoy).
BI pun berharap pencapaian ini dapat memotivasi lebih banyak UMKM untuk ikut berkontribusi pada target nasional, yakni pertumbuhan ekspor Indonesia sekitar 7 % di tahun 2025.
Bechips bukan pemain baru di pasar global, sejak 2023, UMKM yang dipimpin Niko Saputra ini telah menembus Jepang dengan status uji coba.
Baca juga: Kisah Wanita di Bandung Olah Daun Singkong Jadi Keripik Renyah, Kini Tembus Pasar Ekspor
Hingga September 2025, total sudah sembilan kali pengiriman dilakukan dengan nilai rata-rata per pengiriman mencapai Rp240–250 juta.
Menariknya, produk Bechips justru lebih mudah masuk ke Jepang dibanding merek besar karena tidak menggunakan bahan kimia tambahan.
“Kita pakai metode sederhana tapi efektif, produk bisa awet hingga satu tahun tanpa pengawet. Alhamdulillah, selama sembilan kali kirim tidak pernah ada kendala,” kata Niko.
Menurut Niko, produk asin, gurih, dan pedas menjadi favorit pasar Jepang, termasuk olahan batagor khas Jawa Barat yang diubah menjadi camilan praktis.
“Respon positif datang tidak hanya dari diaspora Indonesia, tapi juga konsumen lokal Jepang,” kata dia.
Niko menceritakan Bechips berdiri pada 2015 sebagai usaha kecil ritel, lalu bertransformasi pada 2018 menjadi produsen camilan inovatif berbasis pertanian dan perikanan lokal.
| Dompet Dhuafa-Pemprov Sumbar Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana via UMKM Tanpa Bunga |
|
|---|
| bank bjb Dorong Generasi Muda dan UMKM Naik Kelas Lewat Seminar Career Compass di Unpas |
|
|---|
| Kisah Herni di Pangandaran, Sulap Rumput Laut Jadi Produk Krispi dan Berdayakan Warga |
|
|---|
| Ledia Hanifa Dorong UMKM Bandung Naik Kelas Lewat Inovasi Pengolahan dan Kemasan Pangan |
|
|---|
| Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Camilan-lokal-asal-Jawa-Barat-Bechips-yang-merupakan-UMKM-binaan-Bank-Indonesia-BI.jpg)