Ki Warsad Darya Jadi Dalang Generasi Terakhir Indramayu, Sering Libatkan Dalang Muda Agar Tak Punah
Di usianya yang kini menginjak 80 tahun, Ki Warsad Darya menjadi satu-satunya dalang Wayang Golek Cepak khas Indramayu yang melestarikan seni budaya
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Di usianya yang kini menginjak 80 tahun, Ki Warsad Darya menjadi satu-satunya dalang Wayang Golek Cepak khas Indramayu yang masih eksis melestarikan seni budaya tradisional yang satu itu.
Ki Warsad Darya mengatakan, di Kabupaten Indramayu ada 5 orang Dalang Wayang Golek yang eksis menghibur masyarakat baik di setiap hajatan maupun pengajian.
"Itu sekitaran tahun 1960-an sampai sebelum tahun 2000-an saat Wayang Golek Cepak masih dalam masa jayanya," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di Sanggar Jaka Baru yang berlokasi di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/8/2019).
Kelima Dalang itu berasal dari Desa Anjun Kecamatan Kandanghaur, Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat, Desa Manggungan Kecamatan Terisi, Desa Kapringan Kecamatan Krangkeng, dan Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg.
Namun, seiiring berkembangnya zaman, saat ini Dalang yang masih eksis adalah Dalang Ki Warsad Darya di Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg.
• Maestro Wayang Golek Cepak Ini Prihatin, Kesenian Tradisional Bakal Punah, Pemuda Lebih Suka Dangdut
Atau dengan kata lain, Ki Warsad Darya kini menjadi satu-satunya dalang yang masih eksis menghibur masyarakat dengan seni tradisional Wayang Goleng Cepak saat ini.
Banyak dari para dalang itu gulung tikar karena kalah saing dengan organ dangdut sejak tahun 2000-an hingga sekarang.
"Kalau dulu saingannya Tarling, Sandiwara, dan lainnya kita para Dalang Wayang Golek Cepak masih kuat bersaing malah permintaan pentasnya lebih banyak," ujar dia.
Berbeda sejak tahun 2000-an, banyak masyarakat yang memilih organ dangdut sebagai hiburan saat menggelar hajatan.
Hal itu berimbas kepada tersisihnya para pelaku seni budaya tradisional Wayang Golek Cepak.
Disampaikan dirinya, pada masa kejayaan dahulu dalam satu tahun pihaknya bisa pentas Wayang Golek Cepak hingga ratusan kali.
• Ki Warsad Darya Ceritakan Pengalaman Pentas Wayang Golek Cepak Indramayu di Jepang
Namun, berbeda dengan sekarang yang hanya mampu pentas sebanyak 15 kali dalam setahun.
Untuk melestarikan seni budaya Wayang Golek Cepak, setiap kalo ada kesempatan pentas, dirinya sering melibatkan dalang-dalang muda yang ada di Sanggar Jaka Baru.
Hal itu dilakukan Ki Warsad Darya agar generasi penerus Gawang Golek Cepak tidak punah dimakan kemajuan zaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wayang-golek-cepak-di-sanggar-jaka-baru-kabupaten-indramayu.jpg)