Ki Warsad Darya Ceritakan Pengalaman Pentas Wayang Golek Cepak Indramayu di Jepang
Berkat Wayang Golek Cepak Indramayu, Dalang Ki Warsad Darya (80) menceritakan kebanggaannya mampu
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Berkat Wayang Golek Cepak Indramayu, Dalang Ki Warsad Darya (80) menceritakan kebanggaannya mampu memukau ribuan warga Jepang dengan pergelaran seni budaya Wayang Golek Cepak.
"Tahun 1994 ke Jepang, pentas di Kota Tokyo, Hiroshima, Osaka dan Hitachi untuk main wayang," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di Sanggar Jaka Baru yang berlokasi di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/8/2019).
Ia menceritakan, animo masyarakat Negeri Sakura sangat tinggi menghargai seni budaya tradisional.
Bahkan meski bukan kesenian negaranya, mereka rela bersesak-sesakan hanya untuk menonton pertunjukan Ki Warsad Darya memainkan Wayang Golek Cepak Indramayu.
"Seperti nonton pertandingan bola, penuh sekali," ujar dia.
Dikenang Ki Warsad Darya, seusai pagelaran Wayang Golek Cepak selesai, semua penonton berdiri. Mereka bertepuk tangan, suasana gedung pun berubah sangat ramai oleh hiruk piyuh tepuk tangan penonton.
• Mukjizat Tuhan, Polisi Terbakar di Cianjur Tak Jadi Dioperasi, Padahal Sudah Masuk Ruang Operasi
Selain itu, dirinya menyampaikan, dalang dari Jepang bahkan menyalin naskah cerita yang Ki Warsad Darya bawakan. Mereka menerjemahkan pertunjukkan wayang Ki Warsad Darya yang semula berbahasa Jawa Indramayu ke dalam bahasa Jepang.
"Liat di video, saya maen wayang tapi bahasanya Jepang," ucap dia sembari tertawa.
Diakui Ki Warsad Darya, dirinya pergi ke Jepang atas permintaan seseorang berkebangsaan Jepang bernama Matsumoto.
Pengalamannya menunjukan pagelaran Wayang Golek Cepak di Jepang menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti nyata bahwa kesenian tradisional Indonesia juga bisa eksis di kanca internasional.
• Badak Lampung FC Siap Lumat Persib Bandung, Tak Mau Jadi Juru Kunci
Diceritakan Ki Warsad Darya, dia di Jepang selama 22 hari lamanya, sebelum pulang dia bertukaran wayang golek dengan Matsumoto.
Wayang golek yang diterimanya dari Matsumoto itu adalah bentuk gambaran diri Matsumoto sekaligus menjadi cindera mata berharga Ki Warsad Darya mengenang sahabat Jepangnya itu.
Wayang Golek replika Matsumoto itu masih tersimpan rapi di Sanggar Jaka Baru.
"Sekarang saya kurang tahu bagaimana kabar beliau, sudah coba dihubungi tapi tidak nyambung," ucapnya.
