Minggu, 3 Mei 2026

Dedi Mulyadi Sentil Dinas Pariwisata Subang Kurang Respons Diminta Kelola Lembur Pakuan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Dinas Pariwisata Kabupaten Subang kurang responsif saat diminta mengelola Lembur Pakuan.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Tribun Jabar/Youtube Pemkab Subang
KRITIKAN DEDI MULYADI: Tangkapan layar saat Dedi Mulyadi menyentil Dinas Pariwisata Kabupaten Subang kurang responsif saat diminta bekerja sama mengelola Lembur Pakuan dalam acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Subang, Senin (6/4/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Kritik Dinas Pariwisata: Dedi Mulyadi menegaskan pariwisata bukanlah tujuan utama yang harus dipromosikan, melainkan efek samping dari lingkungan bersih yang tertata, sungai jernih, dan jalan bersih. 
  • Sentilan: Dedi mengungkapkan kekecewaannya secara spesifik kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Subang yang kurang responsif saat diminta membantu mengurus pengembangan wisata edukasi di Lembur Pakuan.
  • Sindir Kerja Normatif: KDM meminta ASN dan pejabat untuk berhenti bekerja hanya normatif.

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan. Kali ini menyentil Dinas Pariwisata Kabupaten Subang.

Momen Dedi Mulyadi melontarkan sindiran kepada Dispar Subang itu terjadi saat ia berpidato di acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Subang, Senin (6/4/2026).

Dalam kesempatan itu, mulanya Dedi Mulyadi membahas tentang identitas budaya dan kebersihan.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa budaya Sunda yang sering dianggap mistis justru seharusnya diprakarsai sebagai identitas dan jati diri membangun Sumber Daya Manusia.

Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Soal Video Warga Bayar Pajak Tanpa KTP Pemilik Pertama Tetap Dipersulit

Filosofi Kebersihan Pembawa Rezeki

Ia pun menyoroti bagaimana dialektika ideologi Sunda bisa menjadi landasan konstitusi hidup, seperti halnya negara-negara maju Jepang, Korea, dan Amerika yang tetap memegang teguh ajaran leluhur mereka.

Dedi juga mencontohkan nilai Sunda juga diterapkan pada filosofi kebersihan yang akan mendatangkan rezeki.

Ia menekankan bahwa dengan pembangunan infrastruktur dan menjaga kebersihan lingkungan, dapat mendatangkan rezeki.

“Karena saya memahami rezeki selalu turun pada jalan yang lebar dan rezeki selalu turun pada pintu-pintu terbuka dan tempat-tempat yang bersih,” ujarnya.

Lantas ia pun meminta pemimpin bertindak cepat dan berinisiatif dalam menata ketidakteraturan daripada terlalu banyak berdiskusi.

Ia pun menyoroti bahwa Kabupaten Subang yang bisa tumbuh dari dua hal yaitu sebagai kabupaten pertanian dan kabupaten industri.

Namun keberhasilan tersebut tak luput dari pemimpinnya yang bertindak cepat dan inisiatif.

Sentil Dinas Pariwisata Kabupaten Subang

Terkait adanya pariwisata, menurutnya bahwa pariwisata itu efek dari pembangunan ekonomi dan bukan tujuan.

“Pariwisata bukan tujuan utama, melainkan efek dari lingkungan yang tertata, sungai yang jernih, dan jalan yang bersih.”

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved