Tribun Health
Sikat Gigi Rajin Tapi Tetap Terlihat Kuning dan Kotor, Ini Penjelasannya
"Dok, saya sudah rajin sikat gigi. Kok gigi saya masih kotor?”
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNJABAR.CO.ID - Dok, saya sudah rajin sikat gigi. Kok gigi saya masih kotor?” Pertanyaan tersebut cukup sering ditanyakan pasien kepada dokter giginya.
Pasien merasa sudah rajin menyikat gigi, namun selain mengeluhkan tetap terlihat kotor dan kuning ada juga pasien yang mengeluhkan karang gigi masih saja terbentuk. Mengapa hal ini terjadi?
Dikutip dari klikdokter.com karang gigi, disebut juga dental calculus, adalah plak (kotoran) lunak pada gigi yang tidak dibersihkan dengan optimal dan lama-kelamaan mengeras karena adanya pengendapan mineral terutama kalsium dan fosfat yang berasal dari air liur, makanan, serta minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
Begitu terbentuk di atas permukaan gigi, calculus tidak dapat dibersihkan hanya dengan penyikatan gigi karena sifatnya yang melekat erat ke permukaan gigi. Semakin lama dibiarkan, calculus akan semakin banyak terbentuk, hingga dapat menutupi seluruh permukaan gigi.
Penyebab pasti dari terbentuknya calculus masih banyak diperdebatkan. Namun telah diketahui bahwa sejumlah faktor memainkan peranan dalam proses pembentukan calculus, di antaranya diet, cara menjaga kebersihan gigi dan mulut, kondisi air liur, posisi gigi geligi di dalam rahang, serta kondisi sistemik dan riwayat medis.

Ilustrasi: Karang gigi --- klikdokter.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sikat-gigi-_-ilustrasi_20151016_155642.jpg)