Selasa, 14 April 2026

Tribun Health

Sikat Gigi Rajin Tapi Tetap Terlihat Kuning dan Kotor, Ini Penjelasannya

"Dok, saya sudah rajin sikat gigi. Kok gigi saya masih kotor?”

Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Dedy Herdiana

Dengan demikian, kecepatan akumulasi calculus sangat bervariasi pada tiap-tiap orang.

Disadari atau tidak, sebagian orang hanya menggunakan satu sisi saat mengunyah karena berbagai alasan. Misalnya terdapat gigi yang berlubang di sebelah kanan, maka pengunyahan hanya dilakukan di sebelah kiri.

Padahal, sisi yang tidak digunakan untuk mengunyah akan menjadi tempat akumulasi calculus yang jauh lebih banyak, karena kurangnya stimulasi air liur di daerah tersebut.

Proses metabolisme urea dalam rongga mulut juga dapat mempercepat terjadinya pembentukan calculus, dan contoh kasusnya adalah pasien yang mengidap penyakit ginjal.

Kadar urea dalam air liur penderita penyakit ginjal lebih tinggi, dan urea dapat diubah oleh bakteri yang terdapat dalam plak menjadi amonia yang meningkatkan pH air liur. Hal ini memudahkan terjadinya deposisi calculus.

Faktor Menyikat Gigi

Coba Anda ingat kembali, bagaimanakah cara Anda menyikat gigi? Penyikatan gigi yang dilakukan dengan cara yang tidak tepat tidak akan dapat membersihkan gigi dengan optimal.

Gerakkan sikat secara vertikal yaitu dari atas ke bawah dengan mengenai gusi, karena plak pertama kali terkumpul di daerah gigi yang berbatasan dengan gusi.

Bersihkan seluruh permukaan gigi Anda dengan seksama, tidak hanya bagian depan namun juga sisi dalam yang berhadapan dengan lidah dan langit-langit mulut.

Jangan lupa bersihkan juga sela-sela gigi Anda, dengan bantuan benang gigi (dental floss) dan gunakan obat kumur jika perlu. (*)

Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved