Pendidikan Politeknik di Era Disrupsi
pendidikan politeknik telah menjadi salah satu instrumen penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia
Kondisi ini sekaligus mengkritisi model pembelajaran tradisional yang oleh Paulo Freire dalam bukunya Pedagogy of the Oppressed (1970) disebut sebagai Banking Education Model. Dalam model ini, dosen diposisikan sebagai pemilik pengetahuan yang "menyetorkan" informasi kepada mahasiswa yang dianggap sebagai "rekening
kosong" yang harus diisi. Paradigma tersebut tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar pasif, tetapi juga merendahkan potensi mahasiswa sebagai individu yang mampu berpikir kritis, mempertanyakan asumsi, dan membangun pengetahuan secara mandiri.
Model seperti ini mungkin masih relevan ketika akses informasi sangat terbatas. Namun di era AI, ketika informasi tersedia dalam hitungan detik, tantangan pendidikan bukan lagi bagaimana mentransfer pengetahuan, melainkan bagaimana membangun kemampuan mahasiswa untuk mengolah, mengkritisi, mengintegrasikan, dan menciptakan pengetahuan baru.
Oleh karena itu, dosen vokasi harus bertransformasi dari knowledge transmitter menjadi learning facilitator, mentor, peneliti terapan, inovator, dan penghubung antara kampus dengan industri.
Dosen vokasi harus terus melakukan upskilling dan reskilling dalam bidang-bidang strategis seperti Artificial Intelligence, Internet of Things, digital manufacturing, data analytics, robotika, teknologi hijau, dan teknologi masa depan lainnya.
Lebih jauh, dosen vokasi juga harus mengubah paradigma pembelajaran dari conventional learning menjadi flipped learning.
Dalam model pembelajaran konvensional, sebagian besar waktu di kelas digunakan untuk menyampaikan materi, sementara mahasiswa berperan sebagai pendengar pasif.
Model seperti ini semakin kehilangan relevansinya karena materi pembelajaran dapat diakses dengan mudah melalui internet, platform digital, maupun AI generatif.
Sebaliknya, pada flipped learning, mahasiswa mempelajari konsep dasar sebelum perkuliahan melalui video, modul digital, simulasi, atau sumber belajar lainnya.
Waktu tatap muka kemudian digunakan untuk diskusi, studi kasus, eksperimen, proyek, simulasi, dan pemecahan masalah nyata.
Dengan demikian, kelas berubah dari ruang transfer pengetahuan menjadi ruang pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking).
Transformasi dosen merupakan syarat mutlak keberhasilan transformasi pendidikan politeknik.
Dosen masa depan tidak lagi berperan sebagai penyampai informasi saja, melainkan sebagai fasilitator pembelajaran, mentor, inovator, peneliti terapan, dan mitra strategis industri yang mampu mengorkestrasi pengalaman belajar mahasiswa melalui pendekatan student-centered learning dan flipped learning.
Saatnya Bertransformasi Menjadi Polytechnic University
Transformasi pembelajaran, dosen, dan kemitraan dengan industri pada akhirnya harus diikuti oleh transformasi kelembagaan.
| Bersaing Sengit, Ratusan Mahasiswa Nusantara hingga Mancanegara Ramaikan KPI ke-16 di Polban |
|
|---|
| Ratusan Mahasiswa Nasional dan Internasional Ramaikan Kompetisi Pariwisata Indonesia di Polban |
|
|---|
| Semarak Kompetisi Pariwisata ke-16, Polban Undang Kampus dari Filipina dan Mesir |
|
|---|
| Polban Rayakan Dies Natalis ke-47 dengan Fokus Penguatan Inovasi dan Keilmuan |
|
|---|
| Prof Maria Soetanto Dikukuhkan Jadi Guru Besar Polban, Kembangkan Inovasi Turbin Angin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Iwan-Ridwan-ST-MT-PhD-Dosen-Politeknik-Negeri-Bandung.jpg)