Ahmad Luthfi: Disabilitas Tak Boleh Tersisih dari Dunia Kerja
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penyandang disabilitas tidak boleh tersisih dari akses kerja, pelatihan, maupun kegiatan ekonomi.
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan penyandang disabilitas harus mendapat kesempatan setara dalam pekerjaan, pelatihan, dan kegiatan ekonomi tanpa diskriminasi.
- Perusahaan swasta wajib menyerap minimal 1 persen pekerja disabilitas, sedangkan BUMD Pemprov Jateng minimal 2 persen dari total tenaga kerja.
- Forum Difabel Boyolali mengusulkan dukungan modal UMKM, wisata ramah disabilitas, mobil siaga, serta pengembangan Sanggar Krisnapatra menjadi BLK komunitas.
TRIBUNJABAR.ID - BOYOLALI - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penyandang disabilitas tidak boleh tersisih dari akses kerja, pelatihan, maupun kegiatan ekonomi.
Hal itu disampaikan saat merespons aspirasi perwakilan penyandang disabilitas dalam acara Rembug Pembangunan Jateng 2026 Wilayah Solo Raya di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa, 2 Juni 2026.
Luthfi menandaskan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berkembang dan memperoleh kesempatan kerja. Ia menyebut, aturan afirmasi ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas juga sudah jelas.
“Tidak ada namanya kelompok disabilitas tersisihkan,” kata Luthfi.
Menurutnya, perusahaan swasta maupun BUMD perlu memberi ruang bagi penyandang disabilitas. Sebab, Perusahaan swasta diwajibkan mengalokasikan kuota minimal 1 persen untuk tenaga kerja disabilitas, sementara perusahaan BUMD milik Pemprov Jateng diwajibkan menyerap minimal 2?ri total pekerja.
Luthfi juga menyinggung program Kecamatan Berdaya yang diarahkan menjadi wadah pelatihan bagi kelompok disabilitas dan perempuan rentan.
Melalui forum tersebut, Luthfi meminta pemberdayaan disabilitas tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga ditindaklanjuti dengan akses kerja, akses ekonomi, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Forum Komunikasi Difabel Boyolali, Sri Setyaningsih menyampaikan sejumlah usulan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ia menyampaikan, disabilitas membutuhkan afirmasi khusus dalam pendataan sosial. Sebab, tidak semua penyandang disabilitas miskin, tetapi mereka termasuk kelompok rentan secara kesehatan maupun ekonomi.
Menurut dia, ukuran dalam menentukan kesejahtaraan antara masyarakat umum dengan penyandang disabilitas juga perlu dibedakan. Sebab, sejumlah fasilitas yang terlihat sebagai aset bagi masyarakat umum, justru menjadi kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas. Ia mencontohkan, rumah berlantai keramik, sepeda motor roda tiga, hingga sanggar pelatihan merupakan bagian dari akses mobilitas dan pemberdayaan.
“Kalau rumah kami tidak dikeramik, kami tidak akan bisa berjalan. Kami punya sepeda motor roda tiga, itu kaki kami, karena tanpa motor itu kami tidak bisa ke mana-mana,” ujarnya.
Sri Setyaningsih juga meminta Pemprov Jateng mendorong perusahaan agar lebih terbuka menerima pekerja disabilitas. Selama ini, menurutnya, masih ada perusahaan yang menerima penyandang disabilitas secara terbatas dan cenderung memilih disabilitas ringan.
Selain akses kerja, ia juga meminta dukungan permodalan bagi UMKM disabilitas. Saat ini, penyandang disabilitas di Boyolali telah memiliki berbagai produk, mulai dari jahit, kuliner, hingga pertukangan, tetapi masih terkendala modal.
Ia juga mengusulkan agar penyandang disabilitas dilibatkan dalam Koperasi Merah Putih. Menurutnya, difabel memiliki potensi untuk ikut terlibat dalam sektor ekonomi, tidak hanya sebagai penerima manfaat.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan pentingnya destinasi wisata di Jawa Tengah dibuat ramah disabilitas. Setiap destinasi wisata baru maupun renovasi destinasi lama diusulkan memiliki jalur kursi roda, toilet akses disabilitas, serta sumber daya manusia yang memahami etika pelayanan disabilitas.
| Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan |
|
|---|
| Sinergi Kabupaten Kota di Jateng Pacu Pariwisata dan Ekonomi Syariah 2027 |
|
|---|
| Sapi 906 Kg dari Gubernur Jateng Jadi Kado Iduladha Warga Huntara Tegal |
|
|---|
| PT Telkom Gandeng Roda Amal Salurkan Sapi Kurban untuk Disabilitas |
|
|---|
| Bermodal Semangat Di Lembaga ini Warga Miskin Jateng Dilatih Gratis, Diberi Makan, Disalurkan Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/1Gubernur-Jawa-Tengah-Ahmad-Luthfi-menegaskan-penyandang-disabilitas.jpg)