Sekolah Ramah Lingkungan di Sumedang, Bupati Dony Targetkan Perubahan Perilaku Sejak Dini
Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam mendorong terbentuknya sekolah ramah lingkungan
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam mendorong terbentuknya sekolah ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus membangun karakter generasi muda
- Program sekolah ramah lingkungan menjadi langkah strategis dalam merespons persoalan sampah di Sumedang yang pada 2024 tercatat mencapai lebih dari 176 ribu ton.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam mendorong terbentuknya sekolah ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus membangun karakter generasi muda.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan hal tersebut dalam kegiatan Vidya Caryena III Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, Rabu (6/5/2026).
Menurut Dony, program sekolah ramah lingkungan menjadi langkah strategis dalam merespons persoalan sampah di Sumedang yang pada 2024 tercatat mencapai lebih dari 176 ribu ton.
Ia mendorong penerapan konsep Zero Waste School, yakni pendekatan yang tidak hanya menitikberatkan pada pengelolaan sampah, tetapi juga pembentukan kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan sejak dini.
“Kita ingin sekolah menjadi pusat perubahan. Bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan,” ujarnya.
Program tersebut diimplementasikan melalui berbagai pembiasaan di lingkungan sekolah, seperti pemilahan sampah dan menjaga kebersihan secara konsisten.
Dony menilai, perubahan positif mulai terlihat dari lingkungan sekolah yang semakin bersih serta meningkatnya kepedulian siswa terhadap lingkungan.
“Hari ini kita melihat perubahan nyata. Sekolah lebih bersih, siswa lebih peduli, dan dampaknya mulai terasa hingga ke masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber inspiratif, di antaranya Shahnaz Haque dan Pandawara Group, yang berbagi pengalaman dalam penguatan kesadaran lingkungan.
Dony berharap gerakan ini tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi berkembang menjadi budaya bersama di masyarakat.
“Kita tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga sedang membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan,” katanya.
sekolah ramah lingkungan
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir
Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang
Sumedang
| Bupati Sumedang Soroti Pentingnya Akar Budaya dalam Ngalaksa 2026 |
|
|---|
| Bupati Dony Ahmad Munir Membuka Pekan Adat Ngalaksa 2026 di Rancakalong Sumedang |
|
|---|
| Pentas PAI Sumedang Jadi Wadah Penguatan Karakter dan Kreativitas Pelajar di Era Digital |
|
|---|
| Sempat Menyeberang Partai, 10 Mantan Kader Kembali Gabung ke PDIP Sumedang, Atang: Ada Hikmah |
|
|---|
| Sumedang Jadi Percontohan, Tangerang Belajar Sistem Digital Pengelolaan Program MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dony-Ahmad-Munir-saat-menghadiri-kegiatan-Vidya-Caryena-III-Dinas-Pendidikan.jpg)