Kamis, 7 Mei 2026

Sekolah Ramah Lingkungan di Sumedang, Bupati Dony Targetkan Perubahan Perilaku Sejak Dini

Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam mendorong terbentuknya sekolah ramah lingkungan

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
DONY AHMAD MUNIR - Dony Ahmad Munir saat menghadiri kegiatan Vidya Caryena III Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang,, Rabu (6/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam mendorong terbentuknya sekolah ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus membangun karakter generasi muda
  • Program sekolah ramah lingkungan menjadi langkah strategis dalam merespons persoalan sampah di Sumedang yang pada 2024 tercatat mencapai lebih dari 176 ribu ton.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id,  Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam mendorong terbentuknya sekolah ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus membangun karakter generasi muda.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan hal tersebut dalam kegiatan Vidya Caryena III Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, Rabu (6/5/2026).

Menurut Dony, program sekolah ramah lingkungan menjadi langkah strategis dalam merespons persoalan sampah di Sumedang yang pada 2024 tercatat mencapai lebih dari 176 ribu ton.

Ia mendorong penerapan konsep Zero Waste School, yakni pendekatan yang tidak hanya menitikberatkan pada pengelolaan sampah, tetapi juga pembentukan kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan sejak dini.

“Kita ingin sekolah menjadi pusat perubahan. Bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan,” ujarnya.

Program tersebut diimplementasikan melalui berbagai pembiasaan di lingkungan sekolah, seperti pemilahan sampah dan menjaga kebersihan secara konsisten.

Dony menilai, perubahan positif mulai terlihat dari lingkungan sekolah yang semakin bersih serta meningkatnya kepedulian siswa terhadap lingkungan.

“Hari ini kita melihat perubahan nyata. Sekolah lebih bersih, siswa lebih peduli, dan dampaknya mulai terasa hingga ke masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber inspiratif, di antaranya Shahnaz Haque dan Pandawara Group, yang berbagi pengalaman dalam penguatan kesadaran lingkungan.

Dony berharap gerakan ini tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi berkembang menjadi budaya bersama di masyarakat.

“Kita tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga sedang membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved