Selasa, 21 April 2026

Bupati Sumedang Panen Padi Tabela Sambil Siapkan Strategi Hadapi El Nino

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, melakukan panen padi dengan metode Tanam Benih Langsung (Tabela)

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
PANEN PADI - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, melakukan panen padi dengan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) di areal persawahan Panyindangan Girang, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Senin (6/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, melakukan panen padi dengan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) 
  • Teknik menanam pafi dengan Metode Tabela
  • Bupati Sumedang mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Niño

Laporan Kontributor Tribunjabar.id,  Kiki Andria

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, melakukan panen padi dengan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) di areal persawahan Panyindangan Girang, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Senin (6/4/2026).

Kegiatan bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkenalkan metode budidaya yang lebih efisien kepada petani.

Metode Tabela merupakan teknik menanam padi dengan menaburkan benih langsung ke lahan tanpa melalui proses persemaian dan tanam pindah seperti cara konvensional.

Menurut Bupati, metode ini membawa perubahan dalam pola budidaya, termasuk penggunaan pestisida.

“Dengan pola ini berbeda dengan yang selama ini ditandur. Ada perubahan tata cara pola tanam, termasuk dalam penggunaan pestisidanya,” ujarnya.

Saat ini, uji coba dilakukan melalui demplot seluas 170 tumbak untuk membandingkan tingkat produktivitas dengan metode konvensional.

Jika terbukti lebih efektif, metode tersebut akan dijadikan model dan diterapkan lebih luas di Kabupaten Sumedang.

“Sekarang kita akan hitung dari demplot 170 tumbak, berapa besar produktivitasnya dibandingkan penanaman konvensional. Mudah-mudahan ini berhasil dan bisa dikembangkan di seluruh wilayah,” katanya.

Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Niño.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih lama dan kering.

“BMKG telah melansir bahwa kita akan mengalami El Nino, yakni kemarau yang lebih lama dan lebih kering. Untuk itu mari kita bersama-sama waspada,” katanya. 

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Forkopimda, kelompok tani, hingga perangkat daerah terkait untuk menyusun langkah antisipasi.

Sejumlah upaya pun disiapkan, di antaranya memastikan kondisi embung tetap baik agar mampu menampung cadangan air saat kemarau.

Selain itu, perbaikan jaringan irigasi, pintu air, serta percepatan pembangunan infrastruktur pengairan juga menjadi prioritas.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved