Senin, 13 April 2026

Bank Sumedang Resmi Bertransformasi Jadi Perseroda, Perkuat Peran Ekonomi Daerah

Bank Sumedang resmi bertransformasi menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) untuk perkuat tata kelola dan daya saing

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
BANK SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir usai memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumedang di Ruang Rapat Bupati Sumedang, Kamis (19/2/2026). 

Ringkasan Berita:

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG Bank Sumedang resmi bertransformasi menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat tata kelola dan daya saing di tengah persaingan industri perbankan yang kian kompetitif.

Transformasi tersebut mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Ruang Rapat Bupati Sumedang, Kamis (19/2/2026).

RUPS yang mengusung tema refleksi transformasi kelembagaan itu dihadiri Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

Dalam sambutannya, bupati menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja perusahaan sekaligus memperkuat arah kebijakan ke depan.

“Transformasi menjadi Perseroda adalah langkah besar dan visioner. Ini bukan hanya perubahan nomenklatur, tetapi perubahan paradigma dalam tata kelola, profesionalisme, dan daya saing. Kita ingin Bank Sumedang tumbuh sehat, kuat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Dony.

Menurutnya, perubahan bentuk badan hukum menjadi Perseroda memberi ruang lebih luas bagi perusahaan untuk meningkatkan fleksibilitas usaha, memperkuat struktur permodalan, serta mengoptimalkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan inovasi layanan berbasis digital.

Bupati menambahkan, penguatan peran bank daerah harus diiringi dengan perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor produktif lainnya.

“Bank Sumedang harus hadir lebih dekat dengan masyarakat, terutama pelaku UMKM. Kita ingin transformasi ini berdampak nyata, bukan hanya pada kinerja keuangan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi rakyat,” katanya.

Ia berharap melalui evaluasi dan refleksi yang komprehensif dalam RUPS, Bank Sumedang dapat mempercepat langkah menjadi lembaga keuangan daerah yang modern dan adaptif.

“Dengan terselenggaranya RUPS, diharapkan kinerja Bank Sumedang tahun yang akan datang akan lebih baik dengan pelayanan prima yang didukung profesionalisme dan integritas dalam mencapai keuntungan finansial dan kemanfaatan yang optimal,” ungkapnya.

Direktur Bank Sumedang Yanti Krisyana Dewi memaparkan kinerja dan profil perusahaan. Ia menyebutkan Bank Sumedang saat ini berstatus BPR Kegiatan Usaha III (BPR KU III) dengan total aset Rp.414.926 milyar dan modal inti Rp.94.991 milyar.

"Bank Sumedang menyetorkan PAD sebesar Rp.10.826 milyar dan memiliki satu kantor pusat, 6 kantor cabang, 6 kantor kas, dan memiliki 8 ATM, serta 1 kas keliling dikelola oleh 3 orang anggota dewan komisaris dan 2 orang anggota direksi,"ujarnya.

Menurut Yanti, kontribusi terhadap PAD mencapai Rp5,758 miliar.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved