Jumat, 10 April 2026

Sidak Terminal Bayangan di Bundaran ABC Cipacing, DPRD Sumedang Soroti Ketertiban

Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang bersama TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke terminal bayangan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Kiki Andriana
SIDAK - Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang bersama TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke terminal bayangan di sekitar Bundaran ABC, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Jumat (13/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang bersama TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub melakukan inspeksi mendadak (sidak) 
  • DPRD juga melakukan pengecekan terhadap penerangan jalan umum (PJU) 

Laporan : Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang bersama TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke terminal bayangan di sekitar Bundaran ABC, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Jumat (13/2/2026). 

Terminal bayangan yang berada di Jalan Bandung–Garut itu diketahui kerap digunakan bus dari PO Primajasa untuk aktivitas naik-turun penumpang.

Meski sudah berulang kali disidak, aktivitas di lokasi tersebut masih berlangsung dan dinilai mengganggu ketertiban serta kelancaran lalu lintas. DPRD pun turun langsung untuk memastikan penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban dan kenyamanan masyarakat berjalan optimal.

Ketua Komisi I DPRD Sumedang, Asep Kurnia, menegaskan bahwa sidak ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Perda yang menjadi kewenangan Satpol PP.

“Hari ini Komisi 1 DPRD untuk pengawasan pelaksanaan Perda terkait kenyamanan dan ketertiban masyarakat yang ada jadi kewenangan Satpol PP. Ini di Bundaran ABC, apa faktornya dan apa solusinya,” ujar Asep kepada Tribun Jabar.id, di lokasi.

Menurutnya, salah satu solusi yang mengemuka adalah adanya pengaturan bus parkir di bahu jalan. Maksimal dua bus.

Namun, ia juga menekankan bahwa penggunaan bahu jalan merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Asep menambahkan, dari hasil dialog di lapangan, respons dari pihak perusahaan otobus maupun masyarakat cukup baik.

Ia berharap sinergi semua pihak dapat menciptakan ketertiban.

“Tadi responnya baik, dari pihak perusahaan bus, juga masyarakat, sinergi membuat ini tertib. Kita mengawasi Perda ketertiban dan ketentraman masyarakat,” katanya.

Terkait jumlah bus yang berhenti, Asep menyebutkan akan ada pembatasan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Ya, hanya dua yang parkir di sini, hanya dua bus maksimal, supaya tidak mengganggu lalu lintas berikut, nanti dari Polres yang menjawab,” ujarnya.

Antisipasi Kecelakaan dan Rekayasa Lalu Lintas

Selain soal ketertiban, potensi kecelakaan di sekitar Bundaran ABC juga menjadi perhatian.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved