Rabu, 13 Mei 2026

Dari Jerami Jadi Energi, Terobosan Riset untuk Energi Ramah Lingkungan dan Pertanian Berkelanjutan

PLN IP UBR JPR menandatanganani Letter of Intent (LoI) bersama mitra internasional Greenery Inc., BRIN, dan Pemkab Sukabumi

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok PLN IP UBP JPR
PENANDATANGANAN - Foto Bersama penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama mitra internasional Greenery Inc., BRIN, dan Pemkab Sukabumi di Forum JEMARI 2025. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu (PLN IP UBP JPR) menyambut baik inisiasi kerja sama riset dan inovasi strategis bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sukabumi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra internasional Greenery Inc. dari Korea Selatan.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong program Pertanian Rendah Karbon di Kabupaten Sukabumi melalui pemanfaatan biomassa limbah padi menjadi pelet energi, penerapan sistem Digital MRV (Measurement, Reporting, and Verification), dan implementasi program mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). 

Inisiatif riset multidimensi ini merupakan hasil nyata dari penguatan sinergi Triple Helix melibatkan Pemerintah Daerah, institusi Riset/Akademisi, dan Industri yang secara khusus ditekankan dalam Forum Jejaring Kerjasama Riset dan Inovasi Sukabumi (JEMARI) Tahun 2025.

PENANDATANGANAN - Foto Bersama penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama mitra internasional Greenery Inc., BRIN, dan Pemkab Sukabumi di Forum JEMARI 2025.
PENANDATANGANAN - Foto Bersama penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama mitra internasional Greenery Inc., BRIN, dan Pemkab Sukabumi di Forum JEMARI 2025. (Tribun Jabar/Dok PLN IP UBP JPR)

Proyek ini diposisikan sebagai solusi adaptif dan inovatif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan di sektor energi dan pangan, sejalan dengan upaya Kabupaten Sukabumi dalam menghadapi dampak perubahan iklim global. 

Dalam momen penyerahan Letter of Intent (LOI) Kolaborasi Riset Internasional, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, SE, menyampaikan apresiasi dan dukungannya.

 “Kerja sama riset internasional ini adalah manifestasi nyata dari upaya kita menjadikan riset sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang kompleks. Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan besar seperti perubahan iklim, bencana hidrometeorologi, dan dinamika ekonomi lokal,” ujar H. Andreas, SE dalam keterangan resminya.

“Kolaborasi Triple Helix ini, terutama dengan PT PLN Indonesia Power sebagai mitra industri strategis dan Greenery Inc. dari Korea Selatan, adalah langkah strategis untuk menciptakan inovasi yang adaptif, berkelanjutan, dan secara langsung membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya melalui konsep Pertanian Rendah Karbon.”  lanjutnya.

Menyambut pernyataan tersebut, Bowo Pramono, Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Jabar 2 Pelabuhan Ratu, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penuh rencana kolaborasi ini.

"Kami menyambut baik dan menyetujui penuh rencana kerja sama ini. Inisiatif riset yang berfokus pada pemanfaatan biomassa limbah padi ini sangat selaras dengan komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung transisi energi yang berkelanjutan, menciptakan nilai tambah ekonomi sirkular, serta memperkuat sinergi Triple Helix demi pembangunan Sukabumi yang lebih hijau," tegas Bowo.

Pihaknya juga telah menindaklanjuti dengan persetujuan formal dan siap menjadwalkan pertemuan teknis lanjutan untuk membahas detail pelaksanaan operasional. 

Fokus utama riset yang akan dilakukan adalah kajian rantai pasok dan potensi teknis dari limbah pertanian, khususnya sekam dan jerami padi, yang melimpah di wilayah Sukabumi.

Melalui teknologi yang diusung oleh mitra internasional, limbah tersebut akan diubah menjadi pelet bioenergi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar bersih.

Pelet ini berpotensi besar untuk mensubstitusi sebagian penggunaan bahan bakar fosil di fasilitas pembangkit listrik, termasuk di PLN IP UBP JPR, sekaligus menekan emisi. 

Selain aspek bioenergi, kolaborasi ini juga menitikberatkan pada pengembangan dan implementasi sistem Digital MRV untuk sektor pertanian.

Sistem ini akan memungkinkan pemantauan dan penghitungan emisi gas rumah kaca dari kegiatan pertanian secara akurat dan transparan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved