Sabtu, 16 Mei 2026

HUT PGRI ke-80, Ketua DPRD Kota Bandung Minta Kualitas Guru Ditingkatkan

Asep Mulyadi menyoroti kualitas guru karena jika negara Indonesia ingin kuat, maka gurunya juga harus hebat,

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
Tribunnews.com/Diskominfo Kota Bandung
UPACARA - Sejumlah guru mengikuti upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI dengan tema Guru Bermutu Indonesia Maju di Lapangan SMP Negeri 5 Bandung, Selasa (25/11/2025). Dok Diskominfo Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menghadiri upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI dengan tema Guru Bermutu Indonesia Maju di Lapangan SMP Negeri 5 Bandung, Selasa (25/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Asep menyoroti kualitas guru karena jika negara Indonesia ingin kuat, maka gurunya juga harus hebat, sehingga dengan begitu kualitas guru tersebut tentunya harus ditingkatkan.

"Nah, salah satu agar guru hebat itu, betul saya sepakat adalah kualitas guru harus ditingkatkan. Kalau punya gedung event, punya gedung budaya, semestinya Kota Bandung ini punya gedung untuk meningkatkan kualitas guru," ujar Asep.

Asep mengatakan, jika hal tersebut benar-benar dilakukan maka pihaknya merasa yakin keberadaan guru akan berdampak positif terhadap kemajuan Indonesia, termasuk Kota Bandung.

"Karena saya yakin kalau gurunya berkualitas, Kota Bandung kedepan hebat, Insya Allah," katanya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI ini menunjukkan sebuah komitmen. Meski lewat upacara sederhana, namun tetap mendalam.

"Bahwa kita akan selalu meningkatkan kualitas para guru, meningkatkan kesejahteraan para guru, dan meningkatkan perlindungan para guru," ucap Farhan.

Farhan mengatakan, ada tiga kunci untuk memajukan guru tersebut yakni peningkatan kualitas, peningkatan kesejahteraan, dan peningkatan perlindungan para guru. Ketiganya dinilai penting dan menjadi highlight pada hari ini, termasuk mengingatkan kesadaran hukum.

"Kita memitigasi risiko, karena sekarang ini kesadaran hukum dari masyarakat begitu tinggi, maka para guru pun harus memiliki kesadaran hukum yang sama," katanya.

Dengan begitu, kata dia tidak ada lagi perkataan atau tindakan para guru yang dianggap melanggar hukum yang nantinya bisa merusak tatanan pendidikan di Kota Bandung.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved