Rabu, 29 April 2026

Layanan Gas Bumi Dikembangkan di Bandung, Beri Solusi Energi Bersih dan Efisien

PGN Gagas saat ini tengah mengembangkan dan memperkuat layanan gas bumi di wilayah Kota Bandung.

Tayang:
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
PANTAU PEMBANGUNAN - Direktur Utama PGN, Arief S Handoko saat memantau lokasi pembangunan LNG HUB di Jalan Serang, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama afiliasinya yakni PT Gagas Energi Indonesia atau PGN Gagas, saat ini tengah mengembangkan dan memperkuat layanan gas bumi di wilayah Kota Bandung.

Langkah ini untuk memberikan solusi energi bersih, andal, dan efisien bagi sektor hotel, restoran dan kafe (horeka) di Kota Bandung dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dan Compressed Natural Gas (CNG) melalui produk Gaslink.

Direktur Utama PGN, Arief S Handoko mengatakan, sebagai upaya memperkuat layanan gas bumi beyond pipeline untuk wilayah Kota Bandung dan sekitarnya, PGN Gagas akan membangun LNG HUB yang akan memperluas akses dan ketersediaan LNG berkualitas tinggi bagi berbagai sektor industri, termasuk horeka.

Baca juga: PGN Pastikan Penyaluran Gas Bumi Bagi Masyarakat Tetap Aman Selama Libur Nataru

"Bandung termasuk wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas, sehingga cocok untuk dilayani kebutuhan energinya menggunakan skema beyond pipeline yaitu CNG dan LNG," ujarnya di Jalan Serang, Kota Bandung, Rabu (6/8/2025).

Dia mengatakan, LNG HUB menjadi milestone untuk Gagas dalam memperluas utilisasi LNG, sehingga Arief berharap upaya ini bisa menambah optimisme Gagas untuk menggarap pasar gas bumi di Kota Bandung dan wilayah lainnya di Jawa barat bagian selatan.

"Maka, utilisasi LNG dan CNG bisa saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan energi sesuai karakteristik konsumen," kata Arief.

Menurutnya, penggunaan gas bumi terkompresi seperti CNG dan LNG menawarkan efisiensi dan biaya yang kompetitif dibandingkan bahan bakar fosil lainnya, bahkan penghematan bisa didapatkan pelaku usaha sekitar 10–25 persen.

"Selain itu, bisa membantu mengurangi subsidi energi pemerintah karena CNG dan LNG bersumber dari dalam negeri," ucapnya.

Direktur Utama Gagas, Santiaji Gunawan mengatakan, LNG HUB yang akan dibangun memiliki kapasitas 15.000 MMBTU atau setara 0.5 BBTUD dan diproyeksikan dapat melayani kebutuhan pelanggan hingga 15.000 MMBTU per bulan.

"Gagas bersama PGN berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem energi gas melalui inovasi dan pembangunan infrastruktur strategis seperti SPBG, CNG HUB, dan LNG HUB," ujar Santiaji.

Terkait hal ini, PGN Gagas juga bekerjasama dengan PT Nusantara Regas (NR) dalam rangka mengembangkan bisnis layanan break bulking LNG, media transportasi pengangkutan LNG (isotank, type-C tank, dll) serta gas hasil regasifikasi.

Baca juga: Geger Bau Gas Menyengat di Bekasi, Penyebabnya Masih Misterius, Ini Kata BPBD dan PGN

Potensi kerjasama lainnya adalah pengembangan bisnis jual beli LNG dan market analisis atas infrastruktur small LNG business chain, sehingga harapannya pemanfaatan LNG di masyarakat semakin luas.

"Kami optimistis penambahan LNG HUB ini akan semakin memperkuat penyediaan pasokan gas bumi khususnya bagi horeka di kota Bandung dan sekitarnya," katanya.

Saat ini, PGN Gagas juga telah mengelola Mobile Refueling Unit (MRU) yang mengangkut CNG dan LNG di Kota Bandung untuk pelanggan. MRU ini menjadi satu-satunya MRU di Bandung yang sudah teruji kualitasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved