Dedi Mulyadi Ingatkan Pendukung: Jangan Galak ke Pengkritik, Saya Makin Dituduh Kerahkan Buzzer
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kepada warganet, terutama untuk mereka yang mendukung visinya.
Penulis: Salma Dinda Regina | Editor: Salma Dinda Regina
TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kepada warganet, terutama untuk mereka yang mendukung visinya.
Pesan itu disampaikan Dedi Mulyadi melalui akun media sosial pribadinya, Sabtu (2/8/2025).
Dalam video itu, Dedi meminta agar pendukungnya tidak bersikap galak terhadap pihak-pihak yang mengkritiknya.
Menurutnya, perubahan zaman di erag digital ini membuka panggung bagi semua orang untuk berbicara.
Hal itu berbeda dibandingkan masa lalu, ketika hanya kalangan elite seperti politis atau tokoh organisasi yang bisa bericara melalui mikrofon atau tampil di depan kamera.
Baca juga: Balas Kritikan Atalia, Dedi Mulyadi Bongkar Data Pembangunan Sekolah di Jabar era Ridwan Kamil
"Hari ini, seiring dengan era digital, semua orang bisa berbicara di platform media sosialnya masing-masing, sehingga menjadi panggungnya rakyat," ujar Dedi, dikutip Tribunjabar.id.
Ia menekankan pentingnya sikap rendah hati dan beretika di dunia digital, terutama bagi para pendukungnya.
"Saya berpesan pada seluruh warganet, terutama yang seiring dan sejalan dengan visi yang saya miliki: jangan galak-galak, ya. Kalau ada yang mengkritik saya, jangan digalakin," katanya.
Ia mengatakan, jika pendukungnya terlalu agresif mebalas kritik, justru akan memunculkan tuduhan bahwa dirinya menggunakan buzzer untuk menyerang balik lawan-lawan politik.
"Kalau ada yang mengkritik saya, jangan digalakin Karena semakin digalakin, saya semakin dituduh ngerahin buzzer. Padahal selama ini kita membangun ikatan emosi bukan karena uang, tetapi karena rasa dan karena cinta," tegasnya.
Kemudian, ia pun menyampaikan pesan menyentuh dalam Bahasa Sunda.
Baca juga: Sosok Kades Yuni Nugroho Dipuji Dedi Mulyadi Berhasil Kelola BUMDes, Pernah Viral Disebut Nyentrik
"Mun nyarita ku letah, katari ku ceuli. Mun nyarita ku hate, katari ku rasa. Artinya, kalau kita berbicara dengan lidah maka diterima oleh telinga, tapi kalau bicara dengan hati maka diterima oleh rasa," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap, khususnya pengguna media sosial, menjadi komunitas atau kelompok yang menegdepankan hati dan cinta dalam menyampaikan pesan atau saat berucap.
"Semoga kita adalah komunitas atau kelompok warganet yang selalu menggunakan hati, rasa, dan cinta dalam berucap. Salam untuk semuanya, sehat selalu,” pungkasnya.
Baca berita Tribun Jabar lainnya di GoogleNews.
| Gaji Guru Honorer Pemkot Bandung Sudah Cair, Pemprov Jabar Kapan? Sekda: Nuju Berproses |
|
|---|
| 9 Rute dan Jadwal Lengkap Kirab Mahkota Binokasih Mulai 2 Mei 2026, Puncak Acara di Bandung |
|
|---|
| Gas Bumi Disiapkan untuk Industri demi Gentengisasi di Jabar, Siap Dorong Kebijakan Dedi Mulyadi |
|
|---|
| KDM Dukung Pagelaran Seni Sunda di Batusari Subang |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Pastikan Jalan Diponegoro Kota Bandung Tak Ditutup pada 30 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-memberikan-sambutan-9.jpg)