Rabu, 6 Mei 2026

Balas Kritikan Atalia, Dedi Mulyadi Bongkar Data Pembangunan Sekolah di Jabar era Ridwan Kamil

Dikatakan Dedi, kebijakan pengisian satu Rombel 43 sampai 50 siswa itu dilakukan karena terpaksa dan hanya diterapkan di 38 sekolah di Jabar. 

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
Kolase Dok Dedi Mulyadi - Net
POLEMIK ROMBEL 50 SISWA - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kiri) dan ilustrasi ruang kelas. Dedi Mulyadi menanggapi kritik Atalia Praratya istri Ridwan Kamil terkait kebijakan rombel 50 siswa. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan tegas atas kritik yang dilontarkan oleh Atalia Praratya terkait jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) yang mencapai 50 orang atau rombel 50 siswa.

Menurut Dedi Mulyadi, kebijakan tersebut terpaksa dilakukan karena minimnya pembangunan sekolah baru di Jawa Barat sejak tahun 2020. 

Ia menyebut, dalam kurun waktu 2020-2025, total pembangunan sekolah baru tidak sampai 50 unit, yang mengakibatkan hanya 40 persen siswa yang bisa tertampung di SMA negeri.

KRITIK KEBIJAKAN DEDI MULYADI - Atalia Praratya saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Cimahi, di Sentra Abiyoso, Kamis (31/7/2025).
KRITIK KEBIJAKAN DEDI MULYADI - Atalia Praratya saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Cimahi, di Sentra Abiyoso, Kamis (31/7/2025). (rahmat kurniawan/tribun jabar)

Dedi Mulyadi menyebut jika pembangunan sekolah pada 2020-2025 sangat sedikit, tak sampai 50 unit. 

Hal itu diungkapkan Dedi Mulyadi, saat menanggapi kritik dari Atalia Praratya, anggota DPR RI yang menyebut jika pengisian satu rombongan belajar (rombel) dengan hingga 50 siswa di jenjang SMA membebani tenaga pengajar dan berpotensi mengorbankan kenyamanan serta kualitas pembelajaran siswa.

Dikatakan Dedi, kebijakan pengisian satu Rombel 43 sampai 50 siswa itu dilakukan karena terpaksa dan hanya diterapkan di 38 sekolah di Jabar. 

Baca juga: Istri Ridwan Kamil Soroti Kebijakan Dedi Mulyadi, Atalia: Rombel 50 Siswa Memberatkan Guru

"Itu pun kami lakukan terpaksa, dibanding mereka tidak sekolah. Mereka tinggal rumahnya dekat sekolah, jadi kalau harus bergeser ke tempat lain yang jauh bisa jadi mereka putus sekolah," ujar Dedi Mulyadi, Sabtu (2/8/2025). 

Di Jabar, kata dia, total ada sekitar 800 ribuan siswa yang harus masuk SMA.

Dari jumlah tersebut, hanya 40 persen yang terserap oleh sekolah SMA Negeri.

"Kemudian kenapa ini terjadi, karena di Provinsi Jabar sejak 2020 sampai saat ini, pembangunan sekolah barunya sangat sedikit," katanya. 

Dedi menguraikan pembangunan sekolah dari 2020-2025 saat Jabar dipimpin Gubernur Ridwan Kamil yang juga suami dari Atalia Praratya

Menurutnya, pada 2020 Provinsi Jabar tidak membangun satu pun Sekolah baru, baik itu SMA, SMK dan SLB. 

"2021 hanya membangun sekolah SMA dua unit, 2022 hanya membangun satu unit, 2023 membangun enam unit yaitu satu satu SMA, tiga SMK dan dua SLB, 2024 membangun lima unit satu SLB, tiga SMA san satu SMK dan 2025 membangun 15 unit, 11 SMA, dua SLB dan dua SMK," katanya.

Tahun, depan Dedi menyebut bakal membangun 50 unit sekolah baru agar anak-anak di Jawa Barat bisa sekolah dengan baik.

"Saya ucapkan terima kasih atas kepeduliannya kepada dunia pendidikan di Jawa Barat, salam hormat buat RK (Ridwan Kamil) semoga Bapak dan Ibu sehat dan bahagia selalu," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved