Padel, Olahraga Hits yang Ramah Usia dan Kini Mewabah di Bandung
Fenomena meningkatnya peminat olahraga padel ini tak bisa dilepaskan dari kemudahannya untuk dimainkan oleh siapa saja.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
"Tidak terlalu banyak lari, kardio nya dapet banyak, dan tidak terlalu memaksa jantung kerja lebih keras," katanya.
Meski terlihat ringan, Hartono tetap menekankan pentingnya pemanasan sebelum bermain padel. Ia menyebut bahwa raket padel memiliki bobot lebih berat dibanding raket tenis pemula, sehingga rawan menyebabkan cedera apabila tidak ada persiapan otot yang cukup.
"Raket untuk pemula di olahraga tennis itu beratnya sekitar 225 sampai 260 gram, sedangkan di olahraga padel sekitar 335 sampai 355 gram, dan itu hampir sama beratnya dengan raket yang digunakan atlet tennis profesional Novac Jokovic," katanya.
Menurutnya, jika tidak melakukan pemanasan dengan benar, risiko cedera seperti nyeri di siku atau ketegangan otot tangan bisa terjadi secara tiba-tiba.
Tak hanya soal peralatan, Hartono juga menyoroti pentingnya kualitas lapangan padel itu sendiri. Ia mengingatkan agar penyedia fasilitas lapangan tidak hanya mengejar tren dan keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan pemain.
"Karpet lantai lapangan padel, harus memiliki permukaan yang rata dan datar di setiap bagian. Selain berpengaruh pada pantulan, kondisi lapangan yang rata pun bisa meminimalisir cedera," ujar Hartono.
"Lapangan PadelPlush ini saya lihat cukup baik dan bisa dibilang yang terbaik. Sesuai standar internasional, bahkan atapnya pun cukup tinggi mencapai 15 meter sehingga sirkulasi udaranya sangat baik," ucapnya.
Sebagai pengamat sekaligus pelaku aktif, Hartono optimistis bahwa padel akan berkembang pesat, bukan hanya di Bandung atau Jawa Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia. Ia percaya olahraga ini memiliki potensi besar, tidak hanya sebagai sarana berolahraga bersama keluarga, tetapi juga melahirkan atlet-atlet berprestasi.
"Tak hanya sebagai sarana rekreasi sehat olahraga, tapi juga diyakini mampu melahirkan pemain atau atlet padel potensial, untuk ke jenjang prestasi hingga level internasional," ucapnya.
Dengan kombinasi antara manfaat kesehatan, kemudahan bermain, dan atmosfer kompetitif, tak heran jika padel kini menjelma menjadi gaya hidup baru yang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia.
| ISBI Bandung Buka Seleksi Rektor, Dosen dan ASN Berpeluang Pimpin Kampus Seni Jabar |
|
|---|
| Pemenang Tender Bandung Zoo Wajib Setor Rp4,3 Miliar, Hasil Lelang Segera Diumumkan |
|
|---|
| Antrean Pertalite Mengular, SPBU 'Swasta' di Bandung ini Justru Sepi, Kiriman BBM Tak Kunjung Datang |
|
|---|
| Farhan Pastikan Internet Tetap Stabil Saat Pemotongan Kabel Udara di Kota Bandung |
|
|---|
| Biasanya Setia Pakai Pertamax, Kini Driver Ojol di Bandung Terpaksa Antre BBM Subsidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pemain-Persib-Bandung-Padel-di-Thailand.jpg)