Bandung Tetap Macet meski Jam Masuk Sekolah SD-SMP-SMA Berbeda, Farhan Akan Evaluasi
Farhan mengaku belum memantau secara keseluruhan terkait dampak penyesuaian jam sekolah itu
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyesuaian jam sekolah di Kota Bandung yang diterapkan pada tahun ajaran baru ini belum bisa menurunkan tingkat kemacetan di sejumlah ruas jalan pada pagi hari.
Di Kota Bandung untuk siswa tingkat SD masuk pukul 07.30 WIB, SMP pukul 07.00 WIB, sedangkan untuk SMA yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar mengikuti kebijakan dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yakni pukul 06.30 WIB.
Dengan jam masuk sekolah yang berbeda antara SD, SMP, dan SMA tersebut, Pemkot Bandung berharap tingkat kemacetan saat pagi hari bisa terurai karena siswa tidak akan berangkat serentak, tetapi upaya ini belum berdampak baik.
Baca juga: Lomba Lari di Bandung Tak hanya Bikin Macet sejak Subuh, Juga Hasilkan 14 Meter Kubik Sampah
"Yang pasti di Cibiru kan ada dua SD itu, sebelahan. Ya, begitu bubar sekolah, macet karena kita mengambil satu ruas jalan," ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Balai Kota, Selasa (22/7/2025).
Farhan mengaku belum memantau secara keseluruhan terkait dampak penyesuaian jam sekolah itu. Sebab, selain Cibiru pihaknya baru memantau di sekitar Jalan Sumatera, Jalan Riau, Jalan Belitung, dan Jalan Kalimantan.
"Tadi pagi saya baru jalan melihat ke daerah itu, saya mengamati tempat-tempat yang memang sekolahnya diantarkan pakai motor, pakai mobil," katanya.
Berdasarkan hasil pengamatan pada 16 Juli 2025, kata Farhan, sejumlah ruas jalan di Kota Bandung memang masih ada kecamatan pada hari yang bertepatan dengan jam masuk sekolah.
"Saya kebetulan lewat ke sana macet, ternyata yang perlu diperhatikan tidak hanya jam masuk sekolah. Jam pulang sekolah juga terutama SD jam 10 macet," ucap Farhan.
Atas hal tersebut, Farhan pun akan segera melakukan evaluasi terkait jam masuk sekolah tersebut agar nantinya bisa benar-benar berdampak baik bagi kondisi arus lalu lintas di Kota Bandung.
Baca juga: Bandung Berpotensi Macet Akhir Pekan Ini Imbas Lomba, Farhan: Saya Mohon Ampun
"Sekarang belum (evaluasi) kan baru seminggu. Kita juga belum tahu apakah bisa melakukan perubahan perilaku atau belum," katanya.
| Dedi Mulyadi Siapkan Pelataran Caruban dan Penataan Empat Keraton demi Hidupkan Ruh Kota Cirebon |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Siapkan Wajah Baru Tuparev Karawang, Jadi Koridor Budaya dan Kawasan Kota Tua Sunda |
|
|---|
| Soroti Konsep Sekolah Maung, Fortusis Jabar Tekankan Pentingnya Karakter dan Etos Kerja Global |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Puji Wabup Sumedang Fajar Aldila: Kader Masa Depan, Tinggal Pinter Keliling |
|
|---|
| Apa Itu Sekolah Maung yang Digagas Dedi Mulyadi? Berikut Bedanya dengan Sekolah Negeri Biasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kemacetan-di-kota-bandung-2.jpg)