Kamis, 7 Mei 2026

Tragedi Nikahan Anak KDM di Garut

Polisi Datangi Rumah Dikira Kasus Utang, Ternyata Bawa Kabar Tetangga jadi Korban Tragedi Garut

Berdasarkan data yang diperoleh dari ruang jenazah RSUD dr Slamet Garut, dilaporkan bahwa tiga orang kehilangan nyawa dalam keramaian tersebut.

Tayang:
Editor: Ravianto
Abdi Ryanda Shakti/Tribunnews
KORBAN TRAGEDI GARUT - Siti Khodijah (48), tetangga kontrakan salah satu korban tewas dalam rangkaian pesta pernikahan anaknya di Kabupaten Garut, Jawa Barat bernama Dewi Jubaedah (61) menunjukkan kontrakan bekas tempat tinggal Dewi di Jalan Lontar II, Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (19/7/2025). Dewi disebut sudah pindah dari kontrakan ke Garut, Jawa Barat itu sejak 2020 silam. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Rangkaian kemeriahan pesta pernikahan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, dengan Maula Akbar yang merupakan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, berujung duka mendalam.

Acara makan gratis yang digelar untuk masyarakat, sayangnya sampai menelan korban jiwa.

Insiden memilukan itu terjadi pada Jumat siang, 18 Juli 2025, di area barat Alun-alun Garut, Jawa Barat.

Berdasarkan data yang diperoleh dari ruang jenazah RSUD dr Slamet Garut, dilaporkan bahwa tiga orang kehilangan nyawa dalam keramaian tersebut.

Satu korban tewas ternyata ber-KTP Jakarta Utara.

Sejumlah warga yang didominasi ibu-ibu berkumpul di depan rumah berwarna krem yang terdapat enam kontrakan di Jalan Lontar II Nomor 46, RT 009 RW 04, Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (19/7/2025).

Baca juga: Saksi Cerita Detik-Detik Vania Terinjak di Pendopo Garut, Ambulans Baru Tiba 15 Menit Kemudian

Salah satu unit kontrakan di rumah tersebut memang merupakan sempat tempat tinggal Dewi Jubaedah (61), salah satu korban tewas dalam rangkaian pesta pernikahan anaknya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/7/2025) kemarin.

Namun, pantauan Tribunnews.com, tak ada bendera kuning yang biasa digunakan untuk memberikan pertanda duka di rumah kontrakan tersebut.

Ternyata, Dewi sudah lama tidak tinggal di kontrakan tersebut.

TEWAS ANTRE MAKAN - Dewi Jubaedah, korban tewas gelaran makan gratis yang merupakan rangkaian kegiatan pernikahan Wakil Bupati Garut Putri Karlina dan Maula Akbar putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Jumat (18/7/2025) siang. 3 orang tewas berdesakan sat mengantre makan gratis ini.
TEWAS ANTRE MAKAN - Dewi Jubaedah, korban tewas gelaran makan gratis yang merupakan rangkaian kegiatan pernikahan Wakil Bupati Garut Putri Karlina dan Maula Akbar putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Jumat (18/7/2025) siang. 3 orang tewas berdesakan sat mengantre makan gratis ini. (sidqi al ghifari/tribun jabar)

Korban sudah pindah ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat sejak 2020 silam namun masih memiliki alamat KTP di lokasi.

"Iya bener dulu tinggal di sini, waktu pas covid dulu (pindah), terus diizinkan lah, sama yang punya rumah ini, ibu ini (buat KTP) pake alamat rumah di sini," kata Siti Khodijah (48) tetangga kontrakan Dewi kepada wartawan, Sabtu.

Seingat wanita yang akrab dipanggil Ijah itu, Dewi tinggal di kontrakan satu petak yang hanya berukuran sekitar 3x3 meter sejak 2015 lalu.

Awalnya, Dewi ikut bersama saudaranya untuk berjualan lontong Padang tak jauh dari kontrakan itu.

Hingga akhirnya dia memutuskan tinggal di kontrakan tersebut dengan membayar Rp500 ribu per bulannya.

Di dalam kontrakan yang kecil itu, Dewi disebut tinggal bersama suaminya Afrizal Sikumbang, dan dua anaknya bernama Hendrik dan Asep. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved