Sabtu, 11 April 2026

Bisnis Aci Rumahan dari Cimahi Ini Tembus Omzet Puluhan Juta per Bulan

Salah satu pelopor rasa dan inovasi dalam dunia “peraci-acian” adalah Moika Food, merek rumahan asal Cimahi yang kini mulai merambah pasar nasional

Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
nappisah
BASO ACI - Salah satu pelopor rasa dan inovasi dalam dunia “peraci-acian” adalah Moika Food, merek rumahan asal Cimahi yang kini mulai merambah pasar nasional hingga internasional. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG — Tepung tapioka mungkin terdengar sederhana, tapi di tangan Sugiarti Sasmita, bahan ini menjelma jadi berbagai sajian modern yang menggoda lidah. Melalui Moika Food, ia mengawinkan resep rumahan dengan tren rasa kekinian. 

Dari cilok kenyal hingga seblak pedas berkuah, sajian berbahan dasar tepung tapioka ini tidak pernah kehilangan penggemarnya.

Salah satu pelopor rasa dan inovasi dalam dunia “peraci-acian” adalah Moika Food, merek rumahan asal Cimahi yang kini mulai merambah pasar nasional hingga internasional.

Di balik merek ini Ugi, sapaan akrabnya menjajal peruntungan sejak 2017, perempuan Sunda ini konsisten menghadirkan berbagai olahan aci seperti bakso aci, cireng, cimol, dan tentu saja seblak dalam varian kuah unik racikannya sendiri dari kaldu gurih, misdasem (amis lada hasem), creamy cheese, hingga laksa.

Baca juga: Seblak, Baso Aci, Kopi UMKM Bandung Go Global, Terbang ke Korea-Arab, Kuncinya Inovasi dan Ulet

“Saya itu suka banget makan aci-aci. Apalagi aci tuh enggak bikin bosen, modalnya kecil, tapi peminatnya banyak," ujarnya, Sabtu (19/7/2025). 

Awalnya, ia justru bukan pebisnis aci. Ugi memulai dari usaha kue ulang tahun, puding art, dan jajanan basah lainnya.

Namun karena perputaran uang di bisnis itu cukup lambat, ia banting setir ke kuliner yang lebih ‘repeatable’ dan dekat dengan kesehariannya yakni aci atau tepung tapioka. 

Produk Moika Food mengedepankan rasa autentik khas Sunda namun tetap modern. Tak hanya soal rasa, ia juga mengutamakan keamanan konsumsi tanpa micin tambahan dan dengan cabai segar yang digiling sendiri.

“Kita bikin sendiri cabenya, jemur dulu biar warnanya tetap merah alami. Emang lebih mahal, tapi aman buat anak-anak juga,” ujarnya.

Menariknya, Moika Food termasuk pelopor cireng guyur, cireng kuah yang terinspirasi dari pempek. Ide tersebut datang dari keinginan membuat jajanan aci yang bisa bertahan lama dalam bentuk frozen food, cocok untuk perantau yang rindu rasa kampung halaman.

“Pas COVID-19 malah laku keras karena orang belanja online. Frozen food-nya bisa tahan sampai 6 bulan di freezer,” katanya.

Kini, Moika Food memiliki tujuh karyawan dan omzet antara Rp60 juta hingga Rp80 juta per bulan. Kendati demikian, ia mengaku angka tersebut belum omzet bersih.

Baca juga: Seblak, Baso Aci, Kopi UMKM Bandung Go Global, Terbang ke Korea-Arab, Kuncinya Inovasi dan Ulet

Penjualan terbesarnya berasal dari Shopee Live, diikuti Tokopedia, TikTok Shop, hingga penjualan langsung di event dan toko offline di Cimahi.

Tak hanya untuk dewasa, ia juga menyasar pasar anak-anak dengan produk non-pedas dan kemasan menarik. 

“Biasanya kalau anak SD suka, orang tuanya pasti ikut beli,” ujarnya.

Moika Food kini telah mengantongi sertifikasi halal, SNI, hingga izin edar.

Bahkan, produk ini sempat dibawa ke luar negeri oleh rombongan Kementerian BUMN saat kunjungan ke Singapura bersama Erick Thohir.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved