Kamis, 16 April 2026

Bapenda Jabar Genjot PAD Lewat Digitalisasi, Eksplorasi Sumber Pendapatan Baru

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat terus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Deanza Falevi
MUSNAHKAN ARSIP - Asep Supriatna saat masih menjadi Kepala Disipusda Purwakarta saat melakukan pemusnahan arsip di halaman Disipusda Kabupaten Purwakarta, Jalan Pesona Griya Asri, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Kamis (7/12/2023). Asep Supriatna yang kini jadi Kepala Bapenda Jabar mengatakan, proyeksi pendapatan daerah 2025 untuk total 27 kabupaten/kota sebesar Rp 106,4 triliun, sedangkan pendapatan provinsi Rp 30,9 triliun.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat terus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Bapenda Jabar, Asep Supriatna, mengatakan, proyeksi pendapatan daerah 2025 untuk total 27 kabupaten/kota sebesar Rp 106,4 triliun, sedangkan pendapatan provinsi Rp 30,9 triliun. 

Sedangkan proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) 2025 untuk 27 kabupaten/kota sebesar Rp 38 triliun dan PAD provinsi sebesar Rp 19,3 triliun.

Asep meyakini regulasi mengenai opsen PKB dan BBNKB dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD kabupaten/kota. Dari sisi rencana target opsen dan cost sharing kabupaten/kota pada tahun 2025 berdasarkan perubahan, berada di angka Rp 107,5 miliar. 

Asep menyebut, upaya transformasi layanan dan pengambilan keputusan dengan pendekatan digitalisasi terus berjalan.  

Baca juga: Kolaborasi Unik Bapenda Jabar dan Daerah untuk Dongkrak PAD Jelang 2029

Selain itu, kata dia, akan ada eksplorasi sumber-sumber pendapatan daerah yang selama ini belum tergarap secara optimal, dengan fokus pada pemetaan objek dan subjek pajak baru, penguatan regulasi, serta inovasi kebijakan yang adaptif terhadap dinamika ekonomi lokal. 

Baca juga: Bapenda Jabar Sambut Arahan KDM: Program Pemutihan Pajak Diperpanjang Hingga September

"Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bukan sekadar koordinasi administratif, tetapi kemitraan strategis. Sinergi yang terbangun mengedepankan penyatuan data, penyelarasan kebijakan dan pelaksanaan program bersama di lapangan,” ujar Asep, Kamis (17/6/2025).

“Beberapa waktu lalu semua ini sudah dibahas dalam rapat koordinasi bersama semua jajaran di Bapenda Jabar,” tambah dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved