Pernikahan Wabup Garut Putri Karlina

Pernikahan Putra Dedi Mulyadi dengan Wabup Garut Putri Karlina akan Gunakan Konsep Unik Ini

prosesi pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar akan digelar secara megah mulai 14-17 Juli 2025. 

|
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
KONSEP PERNIKAHAN - Foto dokumentasi Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina. Rangkaian prosesi pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan digelar secara megah mulai 14-17 Juli 2025.  

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Rangkaian prosesi pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan digelar secara megah mulai 14-17 Juli 2025. 

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Tribun, kegiatan akan diawali dengan prosesi siraman yang digelar di Hotel Harmoni pada Senin 14 Juli. 

Kemudian, pada 15 Juli, akan dilanjutkan dengan prosesi seserahan secara tradisional di kawasan Leuwi Asri, Kecamatan Bayongbong, dengan menghadirkan sekitar 250 orang undangan khusus dari pihak keluarga.

Seserahan tersebut akan menampilkan kekayaan budaya lokal berupa hasil bumi, peternakan, hingga jampana. Rombongan seserahan akan dibariskan di bahu jalan depan Lewi Asri.

Demi kelancaran acara, arus lalu lintas di sekitar lokasi akan diberlakukan sistem buka-tutup.

Baca juga: "Wabup Garut Menantu Aing" Teriak Dedi Mulyadi di Depan Para Menteri, Putri Karlina Senyum-senyum

Akad nikah dijadwalkan pada 16 Juli, yang kemudian akan dilanjutkan dengan arak-arakan menuju Pendopo Kabupaten Garut

Jalur yang dilintasi rombongan akan dikosongkan dari kendaraan, serta diharapkan masyarakat dapat menyambut dan menyaksikan prosesi ini di sepanjang rute.

Puncak dari rangkaian kegiatan akan digelar pada 17 Juli, yaitu Pesta Rakyat dengan konsep Pasar Malam, yang akan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB.

Resepsi ini merupakan bentuk syukuran dan dirancang untuk bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Berbagai atraksi budaya akan ditampilkan, termasuk penampilan artis lokal dengan nuansa khas Jawa dan Sunda. 

Pendopo Kabupaten Garut akan menjadi pusat kegiatan. Pintu timur akan difungsikan sebagai pintu masuk utama, tempat di mana pasangan pengantin menyambut tamu.

Sementara itu, pintu barat digunakan sebagai pintu keluar. Tamu VIP dan keluarga akan ditempatkan di dalam ruang pendopo, sedangkan tamu umum akan ditempatkan di tenda-tenda sekitar area tersebut.

Diperkirakan lebih dari 5.000 orang akan hadir, meskipun undangan resmi yang disebar hanya sekitar 2.000.

Untuk kelancaran seluruh rangkaian, pihak panitia menggandeng sejumlah instansi. Rapat koordinasi akan melibatkan Denpom, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PLN, hingga Damkar. Ambulans dan dokter juga disiagakan di lokasi acara. (*)

Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Garut

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved