Disdik Jabar Rilis Pendoman MPLS Pancawaluya, Larang Penggunaan Tas Karung hingga Aksesori Aneh

Disdik Provinsi Jawa Barat merilis pendoman MPLS tahun ajaran 2025/2026 melalui pendekatan tematik Pancawaluya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
YouTube Kemendikdasmen
ILUSTRASI - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat merilis pendoman Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 melalui pendekatan tematik Pancawaluya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat merilis pendoman Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 melalui pendekatan tematik Pancawaluya.

MPLS kali ini bertujuan membentuk manusa waluya atau manusia yang utuh, tangguh secara intelektual, emosional, dan sosial yang mengacu pada nilai karakter utama, cageur, bageur, bener, pinter, serta singer.

Rencananya, MPLS Pancawaluya digelar mulai Senin (14/7/2025) hingga Jumat (18/7/2025). MPLS berfokus pada pengenalan sekolah serta warga satuan pendidikan, pembentukan budaya positif, wawasan kebangsaan, bela negara, hingga lainnya.

Bahkan, MPLS Pancawaluya akan melibatkan alumni, TNI, Polri, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar melalui aksi ekologi, serta menggunakan berbagai metode dari mulai pembelajaran berbasis cerita rakyat lokal maupun projek kelas.

Baca juga: 50 Poster MPLS 2025 Desain Menarik dan Gratis untuk Sambut Siswa Baru PAUD-SMA, Download Lalu Edit

Selain itu, pelaksanaan MPLS Pancawaluya juga melarang aktivitas kekerasan dan penggunaan atribut tidak edukatif, seperti tas karung maupun kantong plastik, papan nama rumit, hingga aksesori aneh lainnya.

Kegiatan harus bersifat inklusif, tidak diskriminatif, menyenangkan, dan semua panitia harus menyampaikan informasi lengkap kepada orang tua, termasuk mekanisme pelaporan apabila terjadi pelanggaran.

Pelaksanaan MPLS juga bakal dievaluasi secara formatif dan sumatif oleh panitia sekolah, didampingi Dinas Pendidikan hingga Kemendikdasmen. Bahkan orang tua, peserta didik, serta guru diberi ruang untuk memberi umpan balik secara partisipatif. 

Nantinya, hasil evaluasi harus dilaporkan, dan menjadi bahan pengembangan program ke depan, termasuk masyarakat pun bisa menyampaikan aduan melalui kanal resmi dari mulai call center ULT Kemendikdasmen 177 atau platform LAPOR untuk menjamin tranparansinya.

Baca juga: SMAN 19 Bandung Pastikan Ikuti Semua Arahan Disdik Jabar Dalam Pelaksanaan MPLS, Libatkan TNI/Polri

Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, berharap, tema Pancawaluya yang diusung dalam MPLS mendorong siswa baru menjadi generasi unggul untuk keberlanjutan Jawa Barat di masa depan.

Ia memastikan, tidak ada pungutan biaya maupun seragam khusus yang diwajibkan dalam MPLS Pancawaluya, karena para siswa baru dapat menggunakan seragam dari jenjang sebelumnya.

"Kami meyakini, jika berjalan secara efektif maka para siswa baru ini akan menjadi generasi unggul dan memiliki jiwa kebangsaan, meski MPLS hanya dilaksanakan selama lima hari," kata Herman, Sabtu (12/7/2025). (*)
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved