Puluhan Pengunjung Lembur Pakuan Telantar Tak Bisa Pulang Berharap Bantuan KDM, Dinsos Subang Pusing
Mereka yang rela jauh-jauh tanpa persiapan ke Lembur Pakuan itu berharap dapat menerima uluran tangan dari Gubernur Jabar.
Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Lembur Pakuan Subang saat ini menjadi destinasi desa wisata baru di Subang, setiap hari ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Kedatangan ribuan warga dari berbagai daerah ke Lembur Pakuan Desa Sukasari Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, selain menikmati pemandangan alam pesawahan dan suasana kampung yang bersih banyak ornamen budaya Sunda yang dibangun oleh Dedi Mulyadi tersebut, juga berharap bisa bertemu deng sosok Gubernur Jabar yang lagi Viral itu.
Dibalik ramainya Lembur Pakuan yang dikunjungi warga masyarakat dari berbagai daerah, rupanya ada masalah yang bikin Dinas Sosial Kabupaten Subang pusing.
Baca juga: Cerita 3 Warga Papua Tempuh Perjalanan 4 Hari, Habiskan Rp 20 Juta ke Lembur Pakuan Demi Bertemu KDM
Masalah tersebut tak lain banyaknya warga yang datang dari berbagai daerah tersebut tak bisa pulang akibat kehabisan ongkos.
Kasi Perlindungan Korban Tindak Kekerasan, Perdagangan Orang dan Orang Terlantar Dinas Sosial Subang, Sri Mulyani mengungkapkan, banyaknya warga yang penasaran ingin berkunjung ke Lembur Pakuan menyisakan masalah bagi Dinas Sosial Kabupaten Subang, para pengunjung yang datang dari berbagai daerah tersebut banyak telantar tak bisa pulang.
"Puluhan orang terlantar tak bisa pulang, di Bulan Jumi saja kita sudah menerima 64. Banyak mereka berasal dari luar provinsi bahkan luar pulau Jawa," ucap Sri Mulyani, Jum'at (11/7/2025) pagi.
Dikatakan Sri, berdasarkan catatan Dinsos Subang, sejauh ini pengunjung terlantar berasal dari sejumlah daerah mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Padang, Medan, Makassar, Manado, Lampung, Bandung, Bogor, Sukabumi, dan daerah lainnya.
"Kita bahkan pernah menerima laporan sampai 5 orang terlantar per hari," ucapnya.
Menurut Sri, berdasarkan hasil bincang-bincang bersama orang terlantar tersebut, mereka yang rela jauh-jauh tanpa persiapan ke Lembur Pakuan itu berharap dapat menerima uluran tangan dari Gubernur Jabar.
"Pengunjung ini datang jauh-jauh tanpa bekal yang cukup dan berharap pulang dapat ongkos dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi," katanya
Sebab, KDM acap kali memperlihatkan kedermawanannya dalam konten yang sering dibagikan di berbagai media sosialnya.
Baca juga: Terinspirasi dengan Lembur Pakuan Dedi Mulyadi, Kampung di Indramayu Ini Menata Diri
"Rata-rata orang terlantar yang datang ke Lembur Pakuan itu adalah orang-orang yang ada dalam kesulitan ekonomi. Jadi mereka datang ke sana dengan harapan mendapatkan bantuan seperti pekerjaan, modal usaha, bahkan uang untuk melunasi hutang," ucapnya.
Lebih Lanjut Sri mengatakan, kebanyakan orang terlantar dari Lembur Pakuan adalah orang-orang lanjut usia.
"Ada juga seorang ibu yang membawa seorang bayi dikarenakan ditinggal suaminya,"katanya.
| Dedi Mulyadi Siapkan Asuransi Pekerja Genting, Minta Pengusaha Naikkan Upah Demi Tekan Kemiskinan |
|
|---|
| Kebutuhan 12 Juta Genting untuk 40 Ribu Rumah, UMKM Plered Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Siapkan Genteng Plered dan Majalengka untuk Program Renovasi Rumah |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Wajibkan Kawasan Industri Bangun Apartemen Karyawan: Tekan Macet dan Hemat Lahan |
|
|---|
| Gebrakan Dedi Mulyadi Mudahkan Perbaikan Rutilahu lewat Aplikasi 'Imah Aing', Potong Proses Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/orang-terlantar-di-lembur-pakuan-subang.jpg)