Selasa, 21 April 2026

Warga Kabupaten Sukabumi Kini Bisa Membayar Pajak Lewat WhatsApp

Bapenda juga berinovasi dengan menyediakan layanan pembayaran pajak melalui WhatsApp (WA). 

Bapenda Sukabumi
Warga Kabupaten Sukabumi kini bisa membayar pajak melalui WhatsApp. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Berbagai inovasi dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, inovasi salah satunya dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri, mengatakan, inovasi yang dilakukan dan sudah berjalan salah satunya adalah Gebyar Si Penyu (Gerakan Sadar Membayar Pajak dan Retribusi melalui Pelayanan Rakyat Terpadu).

"Kaitan dengan program Gebyar Si Penyu kan itu merupakan holding ya, di dalamnya itu ada bagaimana kita di dalamnya ada Smart Bapenda Sistem Manajemen Aplikasi Rakyat Terpadu," ujar Herdy kepada Tribunjabar.id, Selasa (8/7/2025).

Tak hanya itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sehingga dapat meningkatkan pendapatan, Bapenda juga berinovasi dengan menyediakan layanan pembayaran pajak melalui WhatsApp (WA). 

"Nah, sekarang kita sudah punya sistem baru dengan pembayaran ke transaksi melalui whatsapp, itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan kemudahan untuk melakukan transaksi pajak," ucap Herdy.

Herdy menjelaskan, tahun 2025 ini pihaknya menaikan target pendapatan dari angka Rp 25 miliyar menjadi Rp 150 miliyar. Sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) murni pun menjadi naik, yang awalnya Rp 600 miliyar menjadi Rp 800 miliyar.

"Terkait dengan pendapatan hari ini kita menaikan pendapatan yang biasanya di tahun 2022, 2023 dan 2024 itu sekirar 20 miliyar atau 25 miliyar, tahun ini di 2025 kita naikan target pendapatan itu ditambah menjadi 150 miliyar lebih untuk target pendapatan. Sehingga target PAD kita yang awalnya 600 di murni, tahun sekarang itu sekitar di 800 miliyar lebih," kata Herdy.

Sebab itu, Herdy memastikan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan tidak mempengaruhi Bapenda untuk mencapai target pendapatan tersebut. Efisiensi anggaran pun menjadi tantangan bagi Bapenda untul meningkatkan pendapatan.

"Kaitan dengan efisiensi untuk target pendapatan ini tidak berpengaruh ya, memang intinya kita bagaimana mencari PAD dengan sebesar-besarnya, dengan adanya efisiensi itu justru menjadi tantangan bagi kita untuk lebih meningkatkan lagi pendapatan. Dan hari ini efisiensi bukan berarti anggarannya tidak ada, tetapi menggeserkan kepada anggaran-anggaran yang lebih bermanfaat," ujar Herdy.* (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved